Depan Jemaat GKI, Ibu Penembak Minta Maaf

INDRAMAYU РMasih ingat dengan kasus penembakan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Indramayu 16 Maret 2012 lalu? Meskipun kasusnya masih ditangani kepolisian resor Indramayu, dan telah menetapkan Hd (30) sebagai tersangka, keluarga  HD akhirnya mengeluarkan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Permohonan maaf disampaikan langsung oleh Sa’diyah (50), ibu dari tersangka Hd, di GKI Indramayu, disaksikan keluarga besar Hd dan jemaat GKI Indramayu, Rabu (28/3). “Kami atas nama keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian penembakan gereja GKI. Melalui forum ini, kami ingin menyampaikan permohonan maaf, karena tindakan anak kami tersebut, ” ungkap Sa’diyah dengan mata berkaca-kaca.

Sementara Ketua Umum Majelis Jemaat GKI, Pendeta Edwin Nugraha, pada kesempatan itu membacakan pernyataan sikap, terkait penembakan GKI Indramayu 16 Maret 2012 lalu. Pertama,  mereka memberikan pujian dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas kerja keras yang dilakukan oleh Polri, sehingga dalam waktu singkat tersangka pelaku penembakan berhasil ditangkap. Mereka juga menyerahkan dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang dijalankan oleh aparat penegak hukum atas perbuatan pidana yang dilakukan tersangka.

“Kami juga menerima dengan baik permintaan maaf dari pihak keluarga tersangka atas perbuatan yang sudah dilakukan tersangka, dan tidak akan melakukan penuntutan yang berkaitan dengan masalah kerugian materiil (perdata, red),” tandas Edwin.

Edwin menambahkan, pihaknya tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan teror yang dilakukan baik perorangan maupun kelompok, terhadap orang maupun kelompok lainnya dengan alasan apapun. Edwin juga mengajak semua pihak untuk terus mengembangkan sikap saling menghormati, toleransi, tidak memaksakan kehendak, serta meningkatkan hubungan kerja sama antarumat beragama. Sehingga tercipta suasana kondusif di wilayah NKRI dan khususnya Kabupaten Indramayu. (oet)