Keluarga Penembak Gereja Minta Maaf

INDRAMAYU, (KC).-

Keluarga HD (30 tahun), warga Bandung yang menjadi tersangka dalam kasus penembakan bangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kabupaten Indramayu meminta maaf.

Permintaan tersebut menyusul adanya kasus penembakan yang dilakukan oleh HD terhadap gereja yang terletak di jalan Cimanuk Nomor 23/G, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (16/3) lalu.

Atas itikad baik tersebut, Majelis Jemaat GKI Indramayu menerima dengan tulus permintaan maaf dari pihak keluarga tersangka atas perbuatan yang sudah dilakukan oleh HD. Bahkan pihak GKI Indramayu pun tidak melakukan tuntutan yang berkaitan dengan masalah kerugian materil yang dideritanya.

Hal itu dibenarkan pengurus Majelis Jemaat GKI Indramayu, Pendeta Edwin Nugraha Tjandra, didampingi Usaha Sembiring dan Sekretaris Majelis Jemaat GKI setempat, Hariman, usai menerima keluarga HD di gedung GKI Indramayu, Rabu (28/3) siang.

Menurutnya, pihaknya telah menerima permohona maaf tersebut. Dari peristiwa itu, kata dia, pihaknya mengajak semua lapisan untuk terus mengembangkan sikap saling menghormati, toleransi, tidak memaksakan kehendak serta meningkatkan hubungan kerjasama antarumat beragama, sehingga terciptanya suasana kondusif di wilayah NKRI, khususnya di Kabupaten Indramayu.

“Selain itu, kami juga memberikan pujian dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas kerja keras yang dilakukan Polres Indramayu, sehingga dalam waktu singkat tersangka pelaku penembakan dapat ditangkap,” ujar Edwin.

Proses Hukum

Kendati begitu, ucapnya, pihak GKI Indramayu menyerahkan dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang dijalankan aparat penegak hukum atas perbuatan pidana yang dilakukan tersangka HD. Bahkan, pihaknya juga tidak menginginkan segala bentuk kekerasan dan teror yang dilakukan baik perorangan maupun kelompok terhadap orang maupun kelompok lainnya dengan alasan apapun.

Sementara itu, salah seorang keluarga HD, Sadiyah kepada Kabar Cirebon (“KC”) mengatakan, dirinya bersama keluarga HD lainnya sengaja mendatangi GKI Indramayu untuk melakukan permintaan maaf yang dilakukan oleh HD. Dan hasilnya, pihak GKI setempat mengabulkan permintaannya tersebut. “Dari peristiwa itu kita ambil hikmahnya dan akan menjadi teguran untuk HD. Ke depan dia harus lebih baik lagi,” ucap Sadiyah.

Seperti diketahui, banguna Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kabupaten Indramayu ditembaki peluru orang tak dikenal, Jumat (16/3) sekira pukul 12.45 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, namun pintu dan kaca bangunan mengalami retak dan berlubang. Hingga dalam kurun waktu 4 jam, jajaran Polres Indramayu berhasil membekuk pelakunya yang tak lain adalah HD. Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya HD menjadi tersangka dalam kasus itu. Dia pun terancam dengan pasal 6, 7, 13, Undang-undang Nomor 5/2003 tentang Pemberantasan Terorisme dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. (C-27)

PRESS RELEASE : Penembakan Gedung Anugrah GKI Indramayu pada tanggal 16 Maret 2012

PRESS RELEASE :
Penembakan Gedung Anugrah GKI Indramayu
pada tanggal 16 Maret 2012

Sehubungan dengan penembakan gedung Anugrah GKI Indramayu pada hari Jumat tanggal 16 Maret 2012, dimana tersangka pelakunya sudah ditangkap oleh Kepolisian Resort Indramayu, maka dengan ini Majelis Jemaat GKI Indramayu menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

  1. Kami memberikan pujian dan penghargaan yang sebesar-sebesarnya atas kerja keras yang dilakukan oleh Polri dalam hal ini Kepolisian Resort Indramayu, sehingga dalam waktu singkat tersangka pelaku penembakan dapat ditangkap.
  2. Kami menyerahkan dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang dijalankan oleh Aparat Penegak Hukum atas perbuatan pidana yang dilakukan tersangka.
  3. Kami menerima dengan baik permintaan maaf dari pihak keluarga tersangka atas perbuatan yang sudah dilakukan tersangka, dan tidak melakukan penuntutan yang berkaitan dengan masalah kerugian materil (perdata).
  4. Kami tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan teror yang dilakukan baik perorangan maupun kelompok terhadap orang maupun kelompok lainnya dengan alasan apa pun.
  5. Kami mengajak semua pihak untuk terus mengembangkan sikap saling menghormati, toleransi, tidak memaksakan kehendak serta meningkatkan hubungan kerjasama antar umat beragama sehingga tercipta suasana kondusif di wilayah NKRI dan khususnya di Kabupaten Indramayu.

Demikian, kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.

 

INDRAMAYU, 28 MARET 2012
MAJELIS JEMAAT GKI INDRAMAYU