Cara Menarik Burung Walet untuk Bersarang di Gereja

Para spesialis mencari metode untuk menarik burung walet agar berharap bersarang lagi di sebuah gereja tua di kota San Juan Capistrano, negara komponen California. Burung-burung walet yang pernah bersarang di gereja San Juan Capistrano, California, tiap-tiap bulan Maret diperingati dengan parade, dan 70 tahun lalu diabadikan melewati sebuah lagu berjudul “When the Swallows Come Back to Capistrano”, yang menduduki sepuluh besar tangga lagu Billboard. Para pengunjung gereja seperti Bob Weber menyenangi ikut serta menyanyikan nyanyian itu.

Masalahnya, kini burung-burung walet itu tak ada lagi di Capistrano, dan belum kembali semenjak lebih dari satu dasawarsa. Proyek pemugaran gereja tua berumur dua abad yang berlangsung tahun 1990 itu menyebabkan kawanan burung walet pindah, sebab ratusan sarang mereka rusak.

Mechelle Lawrence-Adams, Direktur Eksekutif Gereja itu, mengatakan, “Memang sedih, tapi kami mesti memugar sisa-sisa gereja itu supaya tak roboh dan menewaskan orang”.Burung-burung kecil berwarna coklat itu masih terbang kembali ke kota San Juan Capistrano tiap-tiap musim semi, sesudah menghabiskan musim dingin di selatan Argentina. Kita bisa mengamati mereka terbang di udara dan menonjol sekilas perutnya yang putih ketika menyambar serangga di udara.

Tetapi, mereka tetap tak kembali ke gereja tua itu, mengecewakan petugas dan sukarelawan di sana, seperti Pat March. Dia berusaha berkali-kali untuk menarik perhatian burung-burung walet yang terbang melewatinya agar ingin singgah. “Kami menaruh kumbang-kumbang kecil untuk menarik perhatian burung-burung walet itu,” ujar March.

Karena burung-burung itu membuat sarangnya berbentuk seperti labu dari lumpur, karenanya para petugas misi membuat kubangan lumpur untuk burung-burung itu di halaman gereja. “Kita menggali selokan kecil dan menaruh air ke dalamnya untuk kubangan burung-burung walet itu,” papar salah seorang petugas misi gereja.

Pihak gereja malahan memasang sarang palsu dari keramik, di bawah atap gedung-gedung itu. Tapi, sarang tiruan itu tidak digubris. Sistem apa saja yang dicoba tak berhasil. Sebab itu mereka meminta bantuan orang yang pakar. “Saya sudah mempelajari burung walet ini selama 30 tahun,” ujar Charles Brown, ahli burung dari Universitas Tulsa. Dia paham kenapa gereja tua itu sulit menarik burung-burung walet itu. Katanya, urbanisasi selama 40 tahun mengakibatkan penurunan 50 persen populasi burung walet di California Selatan.

“Di situlah terjadi penurunan populasi burung walet yang besar di Amerika Utara,” paparnya. Brown menentukan sistem terbaik untuk menarik burung-burung walet itu kembali ke Misi yaitu dengan memanfaatkan sifat kawanan burung-burung itu.

“Spesies yang sifatnya menyenangi berkumpul ini – sering kelihatan jikalau lainnya telah menetap di sana. Jadi, kita patut mengakali, supaya mereka berdaya upaya, bahwa ada burung yang tinggal di sana,” ungkapnya. Brown membikin rekaman kicauan burung-burung walet di Nebraska. Kicauan burung itu memenuhi halaman gereja itu, berpadu dengan bunyi buah hati-buah hati sekolah yang berkunjung ke sana.

Baca juga: Mengelola Akuntansi Keuangan Gereja Secara Alkitabiah

Bunyi-bunyi itu datang dari pengeras bunyi yang tersembunyi di balik semak-semak. Banyak orang yakin sistem ini akan berhasil. Tidak cuma para pegawai gereja yang mendengar keluhan hilangnya burung-burung walet itu, melainkan juga para pedagang di sekitarnya. “Makin banyak burung walet, makin banyak pembeli,” papar Dominic Mayo yang berprofesi di sebuah toko di Capistrano di depan gereja tua itu. Tokonya dipenuhi barang-barang berbentuk burung walet.

Namun, dua bulan setelah tes dengan rekaman suara itu, tak seekor burung walet pun datang untuk bersarang. Namun, para ilmuwan tidak menyerah. Mereka berencana memainkan lagi rekaman itu musim semi mendatang. Walter Piper dari Universitas Chapman yang menolong Charles Brown di California, permulaan Mei lalu mendapati suatu temuan yang bagus di wilayah rumah tinggal, setengah kilometer dari gereja itu. Sekitar seratus burung walet bersarang di bawah atap di beberapa rumah dan gedung apartemen di tempat itu.

“Sedikit demi sedikit, mereka membangun sarang-sarang besar. Cita melihat mereka menjulurkan kepala dari sarangnya,” katanya. Piper mengatakan, burung-burung walet itu mungkin akan menjadi penghuni baru di gereja San Juan Capistrano, mungkin tahun depan.

Sumber: