Gedung Rumah Ibadah

Secara keseluruhan rumah ibadah ini terdiri dua bangunan, merupakan bangunan utama dan auditorium. Bangunan utama untuk ruang jemaat dan ruang pengampunan dosa, di depannya terdapat menara lengkap dengan lonceng gereja dan puncaknya bersalib; sedang aula sekalian menjadi ruang perpustakaan, kantor, ruang pastor, dan toilet. Sekiranya sedang ada misa/ruang perpustakaan diaplikasikan untuk Sekolah MInggu bagi anak-buah hati di bawah umur 10 tahun.

Aktivitas misa dijalankan tiap hari Pekan sebanyak dua kali dan pada hari-hari besar, seperti perayaan Minggu Palem, Kamis Putih, Jumat Agung, Pekan Paskah dan Natal. Umat yang meniru misa terdiri atas karyawan TMII, masyarakat sekitar, dan pengunjung. Gereja juga terbuka untuk biasa, terlebih bagi mereka yang mau menjalankan pemberkatan pernikahan dapat dilanjutkan dengan resepsi di berjenis-jenis tempat di lingkungan TMII, baik di dalam gedung (in door) maupun di luar gedung (out door).

Baca juga: Dinding Rumah atau Gereja Polos? Ini DIa Tips Dekorasi Yang Tepat

Seperti pada gereja Kristen lainnya, pada interior gereja tidak ada ornamen khusus bernuansa religius. Satu-satunya ornamen yang bercirikan kristiani yaitu simbol salib pada altar gereja. Pada dikala ibadah dilakukan, terdapat spotlight yang mengarah ke altar serta lampu berwarna putih yang diposisikan di belakang salib. Pada dikala ibadah, lampu di belakang salib dinyalakan sehingga menciptakan mimbar menjadi point of view yang mencolok ditambah dengan lampu sorot yang mengarah ke mimbar.

Sumber: