Keberadaan Media Sosial seperti Instagram dan Perubahan Umat Kristen

Keberadaan Media Sosial seperti Instagram dan Perubahan Umat Kristen

Keberadaan Media Sosial seperti Instagram dan Perubahan Umat Kristen

Dunia tak lagi sama semenjak teknologi semakin canggih dari waktu ke waktu. Beberapa tahun lalu, mungkin penggunaan aplikasi untuk kegiatan keagamaan belum semarak sekarang. Namun, saat ini bisa dilihat penggunaan ponsel pintar dan gawai lainnya di tempat-tempat keagamaan yang menunjukan betapa maraknya penggunaan aplikasi tertentu yang menunjang kegiatan mereka dalam beribadah.

Keberadaan Media Sosial seperti Instagram dan Perubahan Umat Kristen

Saat ini, bisa dibilang juga bahwa banyak orang tertarik dengan auto likes Instagram dan menggunakan Instagram sebagai media untuk mengekspresikan apa yang diimani mereka. Hal ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan mengenai masa depan dari berbagai agama yang ada di dunia termasuk agama Kristen yang menjadi salah satu agama terbesar yang ada di dunia tersebut.

Di tahun 2008, saat seorang Pendeta bernama Pete Phillips datang ke Durham untuk pertama kalinya. Kala itu katedral yang ada di kota tersebut menolak dirinya untuk masuk karena ia membaca Alkitab bukan dari Alkitab itu sendiri tetapi dari gawainya. Ya, hal itu dikarenakan beberapa tahun lalu membawa ponsel ke dalam tempat suci merupakan suatu hal yang terlarang. Karena itulah Pete kemudian ditegur dan diminta untuk keluar dari tempat suci tersebut.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, penggunaan ponsel di dalam tempat suci tidak lah lagi tabu. Dalam usianya yang akan menginjak seribu tahun, peraturan tentang penggunaan gawai pun diperbarui di Katedral Durham ini. Saat ini, mengambil foto serta memanfaatkan gawai dalam hal kebaktian sudah diperbolehkan. Sama halnya dengan menggunakan Instagram dan mencoba auto likes Instagram tanpa biaya yang tidak ada salahnya untuk dilakukan.

Menurut Pete sendiri yang sebelumnya pernah merasa jengkel karena beberapa tahun lalu diminta keluar gereja karena membawa gawai, perilaku manusia saat ini sudah berubah dan membatasi para jemaat untuk menggunakan gawai mereka di gereja sama dengan menyuruh mereka untuk menyakiti tangan mereka sendiri.

Adanya aturan yang lebih longgar mengenai penggunaan ponsel ini tentu bukan hanya karena untuk mengembangkan penggunaan teknologi di dalam gereja. Adanya hal tersebut tentu juga mengubah bagaimana cara umat Kristen di dunia saat ini beribadah. Dan dalam beberapa hal, arti kata relijius pun mulai mengalami pergeseran makna karena hal tersebut.

Jika pengguna Instagram akan lebih suka mengetahui cara untuk dapat auto likes Instagram, saat ini pengamat pergeseran cara ibadah seseorang tentu akan sangat tertarik mempelajari penggunaan gawai saat ini. Salah satu Uskup yang dikenal sebagai seorang Uskup yang membuat blog yaitu Liam Beadle mengatakan bahwa menurutnya saat ini mereka lebih reaktif terhadap media sosial sedangkan dulu mereka cenderung proaktif pada media cetak.

Melihat fenomena ini, bagaimanapun bisa dibilang jika adanya ponsel terutama ponsel pintar serta media sosial seperti Twitter, Instagram dan lain sebagaimana merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dihindari. Bahkan, kemunculan semua hal ini telah mengubah cara seseorang untuk melakukan praktik agama. Saat ini mereka bisa menyebarkan gagasan serta doa melalui media sosial yang dengan sendirinya membentuk makna baru dari sebuah kata orang yang relijius.

Dan yang bisa kita lakukan saat ini sebagai bagian dari perubahan tersebut adalah untuk tetap menyaring mana yang baik dan buruk dan jangan melakukan suatu hal hanya karena ikut-ikutan semata. Adanya gawai serta media sosial tentu bisa juga menjadi hal yang baik karena ini membuat agama untuk mengalami perubahan dan mengikuti perkembangan terbaru.

Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-39252742

Insiden Pelemparan Molotov di Gereja Ambarawa

Insiden Pelemparan Molotov di Gereja Ambarawa

Insiden Pelemparan Molotov di Gereja Ambarawa

Teror yang dilakukan di tempat ibadah memang bukan yang pertama kali terjadi mengingat banyaknya kasus serupa yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Berbicara mengenai terror, bom menjadi salah satu senjata utama yang banyak digunakan dalam aksi teror. Kali ini hal serupa terjadi di sebuh Gereja di Ambarawa yang menjadi objek pelemparan bom molotov.

Insiden Pelemparan Molotov di Gereja Ambarawa

Adalah NF (37) yang diduga sebagai pelaku dari pelemparan bom molotov yang terjadi di Gereja Katolik Santo Yusuf yang berada di Kec. Ambarawa, Kab. Semarang, Jawa Tengah. Insiden yang terjadi pada hari Kamis, tanggal 13 April 2017 tersebut sudah sampai dalam babak pencarian motif pelaku dalam melakukan penyerangan tersebut.

Dalam olah TKP yang dilakukan Polda Jawa Tengah, telah diketahui runtutan kejadian dari insiden tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Djarod Padakova, Komisaris Besar Polisi yang juga menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jawa Tengah ini, insiden tersebut terjadi saat pelaku teror melempar petasan yang ia masukan ke dalam sebuah botol yang ia isi bensin sebelumnya dan kemudian ia lemparkan ke area gerbang gereja. Oleh sebab itu, ledakan yang menimbulkan api itu pun terjadi.

Seperti yang dipaparkan Djarod, lokasi tempat pelemparannnya adalah tepat di depan tempat peribadahan tersebut dan yang sempat meledak baru satu kali. Dalam hal ini, sebenarnya ada tiga dan yang meledak hanya satu botol.

Dalam insiden ini, bisa dipastikan bahwa tidak ada korban yang terlibat dalam kejadian teror ini. Akan tetapi, ledakan tersebut terjadi tepat di saat para jemaah gereja sedang beramai-ramai untuk mempersipakan kegiatan Misa Paskah. Karena itu para jemaah serta warga sekitar pun dibuat kaget karena kejadian tersebut.

Guna mengantisipasi kejadian tersebut untuk tidak terulang lagi, sejumlah petugas dari kepolisian pun dikerahkan untuk menyisir area tempat kejadian. Selain itu, dilakukan juga pengetatan keamanan di sekitar wilayah gereja agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Sedangkan untuk pelaku yang sudah tertangkap tersebut, proses pengidentifikasian motif pun masih berlangsung.

Sumber: https://www.viva.co.id/berita/nasional/905187-motif-pelempar-molotov-di-gereja-ambarawa-belum-diketahui

Ribuan Jemaat Gereja Kotabaru Yogya Wajib Lewat Peninggi Badan Paling Ampuh Dan Cepat

Ribuan Jemaat Gereja Kotabaru Yogya Wajib Lewat Metal Detector Untuk Badan

Ribuan Jemaat Gereja Kotabaru Yogya Wajib Lewat Metal Detector Untuk Badan

Ribuan Jemaat Gereja Kotabaru Yogya Wajib Lewat Peninggi Badan Paling Ampuh Dan Cepat

Panitia peringatan hari natal tahun 2017 yang berada di gereja katolik santo antonius, kotabaru di kota yogyakarta mewajibkan bagi seluruh jemaat misa ketika masuk supaya melewati dahulu obat peninggi badan paling ampuh dan cepat check door dan metal detector. Jenis pengamanan yang berlapis ini diterapkan untuk lebih mudah dalam mengantisipasi ancaman dari luar seperti teroris atau hal sejenisnya demi keamanan dalam beribadah. Satu demi satu jemaat terus melewatinya dan tas bawaan yang dipegang juga ikut diperiksa oleh para petugas yang berjaga di sana.

Ini penting sekali agar semuanya jemaat yang beribadah tanpa ada hambatan dan gangguan. Bahkan bisa merayakan hari natalnya lebih hikmat. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani kasus terorisme yang tahun lalu juga menyerang beberapa gereja di indonesia. Supaya hal ini tidak terulang kembali, maka pihak keamanan dari POLRI dan TNI dikerahkan untuk mengamankan dari semua titik. Tidak heran jika banyak pos rimba yang dibuka bahkan di seluruh penjuru kota di indonesia sebelum hari natal datang.

“Semua jemaah, termasuk dalam hal ini adalah panitia, wajib untuk melewati terlebih dahulu metal detector di bagian sisi barat dan timur untuk diperiksa secara intesnif oleh para petugas kepolisian dahulu,” kilah seraphina dewanti yang merupakan ketua panitia hari natal 2017 di gereja kotabaru ini. Tepatnya pada hari minggu 24 desember 2017 saat ditemui.

Sesuai dengan catatan panitia, di gereja kotabaru ini akan dilangsungkan sebanya enam kali jadwal misa dengan total dari jemaat sejumlah kurang lebih hampir 20 ribuan orang. Misa ini dimulai pada hari minggu sore sampai hari senin 25 desember 2017. Ini dilakukan sebagai bentuk kenyamanan dan keamanan selama proses misa dan perayaan hari natal berlangsung.

“Ini dilakukan sebagai bentuk keamanan dan kenyamanan bersama. Tidak seluruh pintu masuk gereja itu dibuka, hanya ada dua pintu saja yang dibuka,” terangnya.

Pantauan yang dilakukan dalam lokasi, personel keamanan mulai dari panitia, ormas, TNI< polri ikut menjada dari area parkir kendaraan yang sudah disediakan di sana. Pada dua pintu masuk gereja yang telah dibuka itu, jemaah diminta untuk melewati terlebih dahulu pintu metal detector. Barang bawaan juga ikut untuk diperiksa terlebih dahulu oleh semua petugas yang ada di sana. Sehingga sangatlah terlihat antrian yang sangat panjang dari para jemaat untuk bisa masuk di dalam kompleks gereja. Ini dilakukan sebagai wujud aksi menghindari aksi teror dan bom yang dilakukan oleh pihak teroris dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Di sini kalangan TNI dan Polri semenjak sebelum hari natal berlangsung sudah disiapkan mulai dari atasan sampai bawahan. Mulai dari kota besar hingga di beberapa kecamatan di seluruh wilayah indonesia. Mereka diberikan bekal dengan banyak pengarahan dari atasan untuk lebih intensif dalam mengamankan perayaan hari natal terutama yang ada di geraja-gereja.

Selain itu para kalangan keamanan negara juga diharapkan untuk membuat pos-pos penjagaan di beberapa titik wilayah kota dan kebupaten. Sehingga dalam mengamankan hari natal lebih ketat dan tidak ada gangguan seperti tahun lalu yang terjadi di beberapa daerah. Inilah yang menjadi tugas utama selama nanti di indonesia ada suatu perayaan akbar selain hari natal.

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3784275/ribuan-jemaat-gereja-kotabaru-yogya-wajib-lewati-metal-detector

Hancurnya Gedung Gereja Terbesar di China

Hancurnya Gedung Gereja Terbesar di China

Belum lama ini terdengar kabar bahwa sebuah gereja di China dihancurkan oleh otoritas Negeri Tirai Bambu itu sendiri. Adalah Gereja Golden Lampstand yang menjadi sasaran otoritas China. Gereja yang cukup terkenal di negera tersebut ini dihancurkan karena adanya isu ketegangan antara Partai Komunis China dan kelompok Kristen.

Gereja dengan aliran Evangelical ini merupakan sebuah gereja yang sudah berdiri sejak lama dan bisa dibilang sebagai suatu denominasi yang populer di Negeri Tirai Bambu ini. Saksi mata yang melihat kejadian tersebut serta aktivis yang berada di tempat insiden penghancuran gedung gereja tersebut menyatakan bahwa penghancuran yang terjadi dilaksanakan oleh aparat Polisi Republik Rakyat China. Menurut mereka yang berada di TKP, bangunan tersebut dihancurkan menggunakan ekskavator dan juga dinamit.

China Aid, sebagai organisasi yang berbasis Kristiani dan juga kelompok advokasi yang berasal dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa otoritas di China tersebut pertama-tama menanam dinamit terlebih dahulu pada bagian bawah gedung agar mereka bisa meruntuhkan bangunan yang tidak kecil tersebut. Dengan ini, gereja yang terletak di Shanxi, Linfen ini pun akhirnya runtuh dan hancur setelah perlakuan tersebut.

Berbicara mengenai sejarahnya, ternyata diketahui jika pembangungan Gereja Golden Lampstand ini dibangun dengan menggunakan dana yang dihimpun bersama oleh para jemaat serta simpatisan. Biaya yang dikeluarkan pun diperkiran pada kisaran US$ 3 miliar untuk membangun gereja tersebut. Jemaat dari gereja ini pun sendiri disebut-sebut berjumlah banyak yaitu lebih dari 50.000 jemaaat. Akan tetapi, belakangan mereka dianggap memiliki idealisme yang bertentangan dengan otoritas pemerintah setempat.

Sebelumnya di tahun 2009, kejadian yang hampir sama pun pernah terjadi di tempat yang sama. Waktu itu, ratusan aparat kepolisian merusak gereja tersebut lalu menghancurkan Alkitab yang berjumlah ratusan di gereja tersebut. Sedangkan sang Pendeta akhirnya dihukum dan dipenjara.

Kaum Nasrani di China sendiri yang disebut-sebut mencapai 60 jutaan umat ini lebih sering beribadah secara tertutup. Ketika sebagian hadir di Golden Lampstand, yang lainnya memilih untuk tidak terbuka. Selain umat Nasrani, umat Muslim dan juga umat Buddha pun mengalami kesulitan untuk beribadah secara bebas dan terbuka di negera tersebut.

Sumber: https://www.viva.co.id/berita/dunia/998423-china-hancurkan-gedung-gereja-terbesar-di-negaranya

Keberagaman Jemaan Mengenakan Pakaian Adat Bali Saat Misa Natal

Keberagaman Jemaan Mengenakan Pakaian Adat Bali Saat Misa Natal

Siapa bilang jika toleransi beragama adalah hal yang tidak mungkin? Buktinya keberagaman agama yang ada di Negeri ini ternyata tidak membuat masyarakatnya tidak bisa saling bertoleransi satu sama lain. Salah satu bukti yang baru-baru ini terjadi adalah dalam perayaan Natal di Bali dan beberapa kota lain di Indonesia. Di Bali, para jemaat Misa Natal mengenakan pakaian adat dari Pulau Dewata ini.

Ya, pada pelaksanaan Misa Natal di GBIS yang berlokasi di Jl. Pramuka, Banjar Bali, Kec. Buleleng, Buleleng, Bali ini, para jemaat umat Kristiani yang datang dalam Misa tersebut sebagian besar mengenakan pakaian khas Bali. Bukan hanya laki-laki atau perempuan saja. Tetapi baik laki-laki maupun perempuan juga mengenakan pakaian adat tersebut. Hal ini tentu mencerminkan keberagaman di Pulau Bali yang berjalan saling berdampingan.

Tak hanya busananya saja yang menunjukan nilai toleransi, tetapi dekorasi dan hiasan pada gereja tersebut juga menggunakan nuansa adat Bali sebagai bentuk toleransi akan keberagaman yang ada di Bali tersebut. Hal tersebut diamini oleh pendeta Feby Molansa yang mengungkapkan penggunaan busana serta dekorasi tersebut memang dilakukan untuk menunjukan adanya kebersamaan meski dalam perbedaan. Dan yang tak kalah penting adalah bentuk nilai toleransi serta saling menghargai di masyarakat Bali yang memeluk keyakinan yang berbeda-beda.

Bentuk toleransi beragama ini ternyata bukan hanya dapat dilihat di Bali, di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat juga dapat dilihat betapa dijunjungnya toleransi beragama. Di wilayah tersebut, pengamanan di geraja bukan hanya dilakukan oleh satuan polri atau TNI saja tetapi juga oleh remaja masjid yang ikut membantu dalam pengamanan Natal. Hal ini tentu sangat diapresiasi oleh pihak gereja apalagi karena di wilayah tersebut toleransi antar agama memang sangat kental.

Keharmonisan yang tercipta baik di Bali dan Kapuas Hulu tersebut tentunya membuktikan bahwa toleransi beragama memang masih ada di Negeri ini. Tentunya besar harapannya jika toleransi antar keberagaman ini bisa tetap terjaga agar kehidupan di wilayah masing-masing tetap harmonis dan kondusif.

Sumber: http://regional.liputan6.com/read/3205786/indahnya-keberagaman-jemaat-berbusana-adat-bali-saat-misa-natal

Mobile Friendly Membuat Blog Website Baru Untuk Gereja Bosco

Mobile Friendly Membuat Blog Website Baru Untuk Gereja Bosco

Mobile Friendly Membuat Blog Website Baru Untuk Gereja Bosco

Mobile Friendly Membuat Blog Website Baru Untuk Gereja Bosco

Tugas dari seksi komunikasi sosial yang masih tertunda sampai saat ini adalah cara membuat blog dan memperbaiki web gereja yang masih rusah sebab adanya hacked dengan data hilang hingga 90%. Lalu diperbaiki semampunya dan bisa dipakai embali namun masih dirasa web tersebut masih sangat kuno sebab dengan adanya perkembangan dari era digital yang semakin canggih dan pesat majunya. Sehingga sudah ada pikiran untuk membuat website terbaru yang mampu diakses dan disinkronkan melalui telepon seluler atau bisa dikatakan ponsel era informasi dan komunikasi yang bisa langsung digenggam dengan tangan.

Tuhan memang sungguh baik sekali, ketika berbincang langsung di misa wilayah St. Hieronimus pada tahun 2016 bapak robert widiakto yang mengusulkan untuk segera menghubungi bekas OMK Hieronimus yaitu peter sebastian yang memiliki bisnis di bidang pembuatan blog atau website. Sangat luar biasa hasilnya penyelenggaraan ilahi. Akhirnya peter semenjak dulu sudah memiliki niat dan keinginan untuk menghadiahkan satu website khusu untuk paroki kita. Namun dia merasa tidak enak diri apabila langsung mengajuknnya sendiri. Gayung pun disambut dengan baik!

Puji syukur tuhan yang maha baik, website untu gereja terbaru dengan menggunakan domain sama seperti dulu st-yohanesbosco segera untuk diluncurkan tepat pada saat hari ulang tahun (HUT) paroki ke 14, hari selasa 31 januar 2017 di misa syukur jam 18.00 sebagai hadiah yang luar biasa untuk umat.

Peter selaku perancang langsung website sangat berbahagia sekali langsung dipilih oleh Tuhan untuk menerapkan cara membuat blog dan membuat website baru untuk paroki. Baginya yang merupakan seorang lulusan universitas parahyangan di fakultas teknis industri lalu dia belajar IT secara otodidak. Tuhan sang maha penguasa tidak butuh kita, namun kitalah sebagai manusia yang sangat membutuhkan Tuhan. Berbahagia sekali jika Tuhan memilih kita untuk memberikan pelayanan dan niat tulus dari peter melayani ini tanpa adanya pamrih apapun dan tidak mengharap balasan apapun itu. Kita sebagai umatnya selalu menolong sesama dan memberi bantuan kepada yang sangat membutuhkan. Apalagi yang sudah lama niat menolong, wajib kita tolong tanpa pamrih.

Peter adalah anak muda yang sekarang ini tinggal di sunter podomoro, namun lebih sering langsung ke gereja lamanya yaitu bosco. Sebab adikanya andre dan mamanya maria jimmy masih sebagai umat hieronimus. Dia sempat bekerja di singapura dan perusahaan negara australis lalu di tahun 2011 dia membangun sendiri perusahaan PS Web Media.

Sekarang ini kamu masih menyiapkan launching mengenai website terbaru, pastor budi pun membenarkan atas apa yang sudah diungkapkan peter bahwa kita semakin memiliki rasa bahagia ketika kita semakin bermanfaat untuk orang lain apalagi bagi orang banyak terutama untuk kesejahteraan umat.

Semoga dengan adanya website terbaru ini jauh lebih berguna dan bermanfaat untuk semuanya. Sebagai umat manusia di dunia setidaknya memberikan manfaat bagi sesama. Sebab itu akan membuat Tuhan jauh lebih sayang dan memberi rasa kasih bahagia di dunia sampai di alam baka.

Websiter terbaru ini juga semoga bisa dimanfaatkan untuk banyak orang dalam berkomunikasi dan membagikan informasi yang berhubungan dengan apa saja terutama masalah gereja bosco. Ini juga bisa dijadikan sarana untuk membahagiakan pengguna ponsel agar dapat mengakses jadwal sembahyang atau yang lainnya dengan mudah.

Sumber: http://www.st-yohanesbosco.org/content-26/berita-terkini/mobile-friendly-website-baru-gereja-bosco/

Gereja Mendapat Bantuan Mobil dari Wali Kota Jayapura

Gereja Ini Mendapat Bantuan Mobil Terbaik dari Wali Kota Jayapura

Gereja Ini Mendapat Bantuan Mobil Terbaik dari Wali Kota Jayapura

Gereja Mendapat Bantuan Mobil dari Wali Kota Jayapura

Salah satu tindakan nyata dalam melaksanakan visi kota Jayapura yaitu Jayapura beriman yang artinya orang-orang yang takut akan Tuhan dan menjalankan ajaran agamanya dengan baik demi menjadikan kota Jayapura yang kudus, maka wali kota Jayapura memberikan mobil operasional kepada gereja. Mobil yang diserahkan pada hari Minggu tanggal 12 November 2017 itu menurutnya merupakan wujud kepedulian pemerintah.

Dengan menyerahkan bantuan mobil jenis city car terbaik di indonesia untuk keperluan operasional kepada Gereja Protestan Indonesia Klasis Jayapura di Nabire ini maka wali kota berharap ia bisa mengajak seluruh warga gereja protestan indonesia, untuk melaksanakan tindakan baik yang nyata. Dengan tindakan yang baik ini maka tentunya akan diperoleh kedamaian yang baik untuk seluruh masyarakat.

Selain sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap gereja, penyerahan mobil operasional dari pemerintah kota tersebut juga tentunya diharapkan bisa mempermudah tugas-tugas dan pelayanan gereja terhadap umatnya. Dengan demikian maka umat akan menjadi bisa lebih mendekatkan diri lagi kepada gereja dan gereja sendiri bisa mendekatkan diri kepada warga jemaat dalam pelayanan gereja tersebut.

Mobil Operasional Untuk Kegiatan Gereja

Sarana Transportasi Gereja

Terlebih wilayah Jayapura seperti yang kita tahu terbentang luas. Jarak antar wilayah tentunya jauh dan dalam memenuhi kebutuhan gereja pastilah membutuhkan sarana transportasi yang memadai. Oleh karena itulah, dengan bantuan dari wali kota ini maka ketua Klasis Jayapura-Nabire gereja Protestan Indonesia di Papua, Pdt. J. R. Leleuly Smth sangat bersyukur.

Pdt. J. R. Leleuly Smth jelas berterima kasih kepada wali kota beserta jajaran pemerintahan kota Jayapura yang peduli dengan gereja. Tentunya dalam hal ini gereja menjadi salah satu alat pemersatu warga dan umat yang ada di Jayapura yang diharapkan selalu damai dan sentosa.

Ketua Klasis Jayapura-Nabire gereja Protestan itu juga menambahkan bahwa beliau memiliki harapan dengan mobil itu maka semua kalangan gereja bersyukur dan memanfaatkan dengan baik fasilitas yang di berikan pemerintah kota Jayapura yaitu dengan cara atau untuk melakukan pelayanan yang lebih baik. Dengan cara ini maka pastilah kedamaian Jayapura yang diharapkan wali kota dan warganya menjadi lebih erat dan kuat.

Dalam penyerahan mobil yang diharapkan sangat bermanfaat untuk gereja dan umat ini, disaksikan oleh OPD di lingkungan pemerintah kota Jayapura dan jamaat bukit Zaitun dok VIII atau humas. Secara resmi penyerahan mobil ini ditandai dengan penandatanganan surat hibah daerah oleh Wakil Wali Kota Jayapura dan ketua klasis GPI Jayapura-Nabire yang pastinya disertai penyerahan kunci mobil tersebut.

Membangun Kesadaran Umat
Dalam acara ini, Wali Kota Jayapura juga mengatakan bahwa ia berharap kendaraan operasional ini dapat menunjang pelayanan gereja kepada umat khususnya di kota Jayapura. Dengan demikian maka kontribusi gereja pastinya harus diupayakan agar bisa membangun kesadaran umat.

Dengan cara ini wali kota juga berharap warga dan umat akan memiliki pegangan hidup bersama gereja dan tidak kehilangan arah. Dengan demikian selain bisa menjadi suri teladan bagi masyarakat sekitar juga pastinya memicu kedamaian dan kehidupan harmonis dalam kehidupan bersama di suatu negara dalam nilai keagamaan yang hakiki.
Hal ini tentunya tidak akan bisa dicapai oleh pemerintah saja, wali kota saja, gereja saja atau hanya umat saja.

Namun pastinya oleh semua lapisan masyarakat khususnya di Papua dan Jayapura ini. Terlebih menurut wali kota, orang-orang yang kudus yang tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga mereka harus menjaga kekudusan Allah dengan cara semua umat yang ada di kota Jayapura kompak tidak ada melakukan aktivitas pada hari minggu pada jam ibadah. Dalam hal ini mereka semua haruslah beribadah.

Sumber
http://www.jayapurakota.go.id/berita582/wali-kota-berikan-bantuan-mobil-ke-gereja.html?1511330414

Kesiapan polisi dengan persediaan mobil teknisi bom hyundai di depan gereja katedral

Kesiapan Polisi Dengan Persediaan Mobil Teknisi Bom Di Depan Gereja Katedral

Kesiapan Polisi Dengan Persediaan Mobil Teknisi Bom Di Depan Gereja Katedral

Pada hari senin tanggal 25 desember 2017 mobil teknisi bom hyundai sudah disiapkan betul oleh brimob polisi republik indonesia (polri) di beberapa gereja terutama di gereja katedral tepatnya di jakarta pusat. Hal ini dilaksanakan untuk meningkatkan sisi keamanan pada saat hari raya natal tiba. Sebab sesuai dengan kejadian tahun lalu yang banyak aksi teror di beberapa wilayah kota.

Kesiapan polisi dengan persediaan mobil teknisi bom hyundai di depan gereja katedral

Brimob polri sendiri sudah menyiapkan sebanyak dua unit mobil teknisi bom hyundai tepatnya dii depan gereja katedral. Dua unit mobil ini milik satuan gegana brimob plisi republik indonesia. Adapaun jenis mobil ini sudah dilapisi baja dan satunya lagi jenisnya adalah SUV. Sehingga nanti memberikan sisi keamanan yang berkualitas dan dijamin tidak ada suatu masalah apapun. Di sini satuan brimob polri juga mengerahkan ribuan bahkan jutaan penjagaan di seluruh wilayah kota di indonesia. Sehingga nanti bisa mengkondisikan apabila ada hal yang sangat membahayakan.

Untuk kedua unit mobilnya sendiri sudah disiagakan langsung tepatnya pada jalur busway yang ada di depan masjid istiqlal. Sebab gereja katedral sendiri berada di seberang masjid. Sehingga lokasi dari unit mobil sebanyak 2 ini mampu memberi sisi keamanan yang tidak dapat membawa dampak buruk lagi. Kedua mobil ini juga disandingkan dengan mobil yang berlapis baja milik polisi republik indonesia dengan jenis barakuda.

Beberapa tenda juga sudah disiapkan untuk memberi tempat kepada ratusan para anggota polisi yang sudah dipasang di beberapa trotoar depan masjid istiqlal maupun yang ada pada halaman parkir masjid. Tenda-tenda juga sudah disiapkan di beberapa daerah yang ada di seluruh pulau di indonesia. Hal ini juga memberi sisi keamanan pada saat hari raya natal dilaksanakan. Sehingga bagi kaum kritiani yang menjalankan perayaan bisa menikmati serta merasakan betul hari kebesarannya.

Untuk satuan kepolisian yang ada di seluruh indonesia juga sudah dihimbau agar membuat pos-pos keamanan untuk lebih peka dan meneliti apakah ada masalah yang tidak bisa diduga atau tindak teror yang dilaksanakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Bagi seluruh umat kristen tidak perlu khawatir lagi dengan hal-hal buruk yang terjadi selama nanti melaksanakan hari natal entah itu di gereja maupun di rumah atau di beberapa tempat wisata. Sebab semuanya sudah diamankan seaman-amannya. Semua pihak kepolisian dikerahkan hanya untuk hal tersebut.
Sesuai dengan apa yang ada di situs belimobilbaru.com/hyundai memberitakan bahwa sweping tentang perayaan hari natal tahun ini dipersiapkan dengan matang dan dijamin tidak ada masalah selama perayaan natal berlangsung. Untuk rangkaian kegiatan hari natal di tahun 2017 ini sudah dijalankan semenjak pukul 07.00 WIB tanggal 25 desember. Perayaan ini diawali dengan mida natal lalu dilanjutkan pukul 9 pagi yaitu misa pontifikal. Lalu untuk pukul 11 siang ada misa keluarga dan pada sesi terakhir pada pukul 5 sore.

Dari berbagai macam rangkaian acara hari natal tahun ini tidak akan membuat masyarakat umum terutama umat kristen ada suatu hambatan dalam menjalankan perayaannya. Sebab semuanya sudah diamankan dan bisa memberikan sisi kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia. Maka dari itu, untuk seluruh umat yang ada di indonesia selalu menjaga toleransi antar umat agar nanti bisa persatuan indonesia selalu terwujud setiap saat tanpa ada batas waktu sama sekali.

Sumber:
http://www.tribunnews.com/nasional/2017/12/25/polisi-siapkan-mobil-teknisi-bom-di-depan-gereja-kathedral