PGI Minta KPK Terbitkan Buku Saku Untuk Jemaat Gereja

PGI Minta KPK Terbitkan Buku Saku Untuk Jemaat Gereja

PGI Minta KPK Terbitkan Buku Saku Untuk Jemaat Gereja

Belum lama ini PGI atau Persekutuan Gereja Indonesia bertemu dengan KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam pertemuan ini, pihak PGI meminta tolong pada KPK untuk membuat semacam buku saku yang membahas mengenai pendidikan anti korupsi. Hal tersebut tentunya sebuah usulan yang sangat bermanfaat.

PGI Minta KPK Terbitkan Buku Saku Untuk Jemaat Gereja

Sama halnya dengan buku Bulughul Maram yang sangat berguna untuk panduan dalam beribadah, buku semacam panduan anti korupsi ini juga sangat berguna untuk mendidik masyarakat dalam memerangi perilaku korupsi yang sangat merugikan orang banyak ini.

Pihak PGI sendiri ingin membagikan buku saku yang berisi tentang pendidikan anti korupsi tersebut pada jemaat yang datang beribadah di gereja-geraja di seluruh Indonesia. Pihak PGI yang datang ke gedung KPK sendiri antara lain Ketua Umum PGI yaitu Pendeta Henriette T. Hutabarat dan juga pengurus PGI lainnya.

Sebagai perwakilan dari pihak PGI yaitu Pendeta Henriette menyampaikan bahwa PGI datang ke KPK untuk membahas kerjasama yang ingin mereka sampaikan pada KPK dan hal tersebut adalah terkait dengan pembuatan buku saku yang nantinya akan disebarkan ke jemaat geraja maupun kepada pekerja-pekerja yang ada di lingkungan gereja.

Baca:  menilik perayaan natal para difabel

Seperti buku Bulughul Maram yang berfungsi mengingatkan manusia untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, PGI ingin membuat sebuah buku yang dapat mengingatkan jemaatnya untuk tidak melakukan korupsi karena hal tersebut merupakan suatu hal yang bertentangan dengan apa yang diajarkan dalam nilai Kristiani.

Dalam hal ini, misal buku saku tersebut dapat memberi peringatan pada jemaat PNS agar tidak menerima suap atau gratifikasi. Lalu untuk jemaat yang merupakan pengusaha untuk tidak menawarkan atau memberikan suap pada PNS.

Selain melalui buku tersebut, khotbah-khotbah yang ada di gereja juga diharapkan dapat mengangkat tema-tema yang berhubungan dengan tema anti korupsi. Informasi semacam ini akan membantu menambah informasi di buku Bulughul Maram.

Pada kesempatan ini, Henriette juga mengungkapkan keprihatinannya dengan kasus korupsi yang saat ini semakin marak saja terjadi. Hal inilah yang kemudian mendorong PGI untuk membuat kerjasama ini agar pihaknya dapat ikut memberi kontribusi dalam memberantas korupsi.

Bagi Henriette, sebagai pihak dari gereja, pihaknya ingin bekerja keras dalam turut serta memberantas korupsi. Karena itu, salah satu isu atau tema yang dikembangkan di gereja-gereja saat ini adalah tema tentang memberantas korupsi.

Senada dengan Henriette selaku Ketua PGI, Rev Gomar Gultom yang merupakan sekretaris PGI juga menjelaskan bahwa pihak PGI dan juga gereja-gereja di Indonesia juga menyatakan dukungannya untuk segala usaha KPK dalam memberantas korupsi.

Selanjutnya, buku bulughul maram juga memberikan sesuatu yang baik. Sedangkan pihak PGI juga mengungkapkan bahwa mereka akan terus membantu melawan upaya pelemahan yang dilakukan terhadap KPK.

Dalam kesempatan ini, pihak PGI menyatakan keprihatinan mereka juga dengan segala bentuk upaya baik yang bersifat hukum maupun politik yang dimaksudkan untuk memperlemah kekuatan KPK. Menurut Gultom hal ini seperti sebuah pengingkaran terhadap semangat reformasi yang ada di Indonesia ini.

Goltum juga menambahkan jika adanya KPK adalah untuk memberikan koreksi pada perjalanan negera ini dan gereja-gereja yang ada di Indonesia ikut serta dalam mendukung apapun bentuk pelemahan yang dilakukan terhadap KPK karena hal tersebut memang perlu untuk diperangi bersama.

Terakhir, adanya buku saku tentang pendidikan anti korupsi ini tentu sama seperti buku Bulughul Maram yang berguna untuk menuntun ke jalan yang lebih baik.

Sumber: https://kumparan.com/@kumparannews/kpk-diminta-membuat-buku-saku-untuk-jemaat-gereja

Menilik Perayaan Natal Para Difabel

Menilik Perayaan Natal Para Difabel

Menilik Perayaan Natal Para Difabel

Tidak diragukan lagi jika Natal merupakan hari yang spesial untuk setiap umat Kristiani, tak terkecuali mereka para jemaat penyandang tunawicara dan tuna rungu. Diwadahi Eklesia Tunarungu Wicara Solo, para jemaat baik dewasa maupun anak-anak berkumpul dalam satu geraja di Solo yaitu Gereja Pengharapan Allah untuk melakukan perayaan Natal bersama sebelum ibadah malam Natal.

Menilik Perayaan Natal Para Difabel

Pada perayaan malam Natal tersebut, nyanyian-nyanyian yang menggemakan nada gembira bisa terdengar memenuhi geraja. Dipimpin oleh seorang pendeta yang didampingi penerjemah bahasa isyarat, para jemaat nampak bersukacita dalam merayakan hari yang spesial ini diiringi oleh nyanyian-nyanyian tersebut. Meski mereka tidak dapat mendengarnya, senyum bahagia tetap terkembang di wajah mereka.

Pada malam itu juga, pendeta yang memimpin meminta tiga perwakilan dari jemaat tunawicara maupun tunarungu untuk maju. Tiga perwakilan ini diminta untuk menyampaikan apa yang menjadi harapan serta keinginan mereka pada perayaan Natal tersebut. Dengan sumringah, mereka pun menyampaikan apa yang mereka harapkan dengan menggunakan bahasa isyarat.

Pada kesempatan tersebut, salah seorang perwakilan menyampaikan rasa senangnya dengan adanya perayaan tersebut. Ia merasa bahwa perayaan natal kali ini berbeda karena ia bisa berkumpul dengan semua anggota geraja tuna rungu yang menjadi geraja pertama di Solo yang diperuntukan untuk tuna rungu ini.

Selanjutnya, acara perayaan Natal tersebut diakhiri dengan permainan angklung. Bukan hanya satu dua orang saja yang memainkan angklung tersebut, tetapi semua peserta yang hadir beserta keluarga ikut maju ke depan untuk memainkan perangkat musik tersebut. Dengan menggunakan aba-aba bahasa isyarat, mereka pun memainkan lagu-lagu rohani diiringi oleh musik angklung yang kompak.

Selain mengadakan perayaan hari besar seperti Natal khusus untuk jemaat difabel, Gereja Pengharapan Allah di Solo ini juga menggelar kebaktian setiap hari minggu. Dengan didampingi dua orang penerjemah bahasa isyarat, perkumpulan di gereja ini diharap dapat membantu jemaat Kristiani yang difabel untuk tetap dapat menghayati firman Tuhan sebagaimana jemaat lainnya. Hal ini tentunya sangat membantu karena sebelumnya jemaat difabel bergabung dengan kebaktian umum.

Baca juga artikel kami menganai: Unik ini dia budaya aqiqah umat kristen di pacongkang soppeng

Sumber: http://regional.liputan6.com/read/3203549/gereja-tunarungu-merayakan-natal-dalam-sunyi

Unik Ini Dia Budaya Aqiqah Umat Kristen Di Pacongkang Soppeng

Unik Ini Dia Budaya Aqiqah Umat Kristen Di Pacongkang Soppeng

Unik Ini Dia Budaya Aqiqah Umat Kristen Di Pacongkang Soppeng

Unik Ini Dia Budaya Aqiqah Umat Kristen Di Pacongkang Soppeng

Kegiatan aqiqah hingga menggunakan jasa aqiqah adalah kebiasaan kaum muslim. Bukan hanya merupakan tradisi, namun aqiqah secara khusus merupakan perintah dalam agama Islam. Perintah ini turun untuk menyembelih kambing sebagai wujud syukur atas kelahiran buah hati. Aturan mengenai aqiqah juga cukup jelas dimana orang tua disarankan menyembelih kambing sebanyak satu ekor untuk anak perempuan dan kambing dua ekor untuk anak laki-laki.

Dari penuturan di atas, dapat kita lihat bahwa aqiqah adalah bentuk syi’ar dan ajaran dari agama Islam. Tak jarang jika penyedia jasa aqiqah pasti beragama Islam dimana mereka memahami tata cara penyembelihan secara Islam hingga seluk beluk mengenai aqiqah. Tentu, merupakan suatu keanehan –jika tidak bisa dianggap sebagai keganjilan, ketika ada kelompok umat Kristen juga melaksanakan aqiqah. Hal ini nyata terjadi di masyarakat Soppeng.

Keanehan Umat Kristen Soppeng dan Jasa Aqiqah

Pendeta yang Merasa Aneh

Kisah unik dan ganjil dialami oleh pendeta Anita. Beliau merupakan pendeta yang secara khusus ditugaskan pihak gereja untuk mengajarkan Alkitab di masyarakat Soppeng. Sebagaimana pendeta pada umumnya, beliau mencoba mempelajari kehidupan masyarakat sebelum mengajarkan Alkitab. Alangkah terkejut nya beliau ketika ternyata masyarakat Soppeng yang menjadi jemaatnya turut melakukan tradisi aqiqah dan berbisnis jasa aqiqah sebagaimana umat muslim pada umumnya.

Hal ini menjadi suatu keganjilan tersendiri karena secara khusus, dalam ajaran agama Kristen tidak terdapat perintah untuk menyelenggarakan aqiqah guna wujud syukur terhadap kelahiran anak atau menggunakan jasa aqiqah dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, pendeta Anita merasa heran sebab beliau baru menemukan hal semacam ini di Soppeng dan di daerah lain, beliau tidak pernah menemukannya sebelumnya.

Sejarah yang Kabur

Jemaat Kristen di daerah Soppeng terpusat di kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Di tempat ini, umat Kristen hidup dengan akur dan bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan aman dan nyaman meskipun bersebelahan dengan umat Islam. Namun, di daerah sekitarnya, terdapat pemeluk agama Kristen yang tinggal di belakang pasar Pacongkang dimana mereka melakukan tradisi umat Islam, yakni berpartisipasi pada jasa aqiqah .

Menurut salah satu warga setempat, umat Kristen yang tinggal di sekitar pasar Pacongkang ada 25 rumah dengan total pemeluk Kristen yang ada di sana tidak diketahui dengan pasti. Hal ini dikarenakan dalam satu rumah, terkadang ada anggota keluarga yang memeluk agama Kristen dan Islam. Hal inilah yang disinyalir sebagai dasar kenapa mereka menggunakan jasa aqiqah atau melakukan ibadah aqiqah meskipun secara khusus tidak diatur dalam perintah agama Kristen seperti dekorasi dinding gereja.

Keanehan ini muncul juga begitu saja. Tidak ada sumber yang pasti mengenai asal mula umat Kristen ikut menyelenggarakan aqiqah di tempat ini. Bukti yang ada hanya cerita turun menurun yang menyatakan bahwa umat Kristen di daerah Pacongkrang Soppeng sudah sedari dulu akrab dengan jasa aqiqah menyelenggarakan aqiqah pada saat kelahiran buah hati mereka.

Diyakini Sebagai Bentuk Toleransi

Masyarakat Kristen Pacongkrang Soppeng hidup berdampingan dengan umat Islam selama puluhan tahun. Dalam hal ini, terjadi persilangan budaya secara tidak langsung. Adanya umat Kristen yang menyelenggarakan aqiqah dan menggunakan jasa aqiqah diyakini sebagai bentuk toleransi. Dengan adanya hal ini, tidak ada konflik yang terjadi dikarenakan perbedaan keyakinan atau sentimen agama.

Menarik memang untuk menyimak kisah yang terjadi di daerah Pacongkrang Soppeng dimana umat Kristen turut menggunakan jasa aqiqah. Meskipun hal ini baik secara kemanusiaan, namun sejatinya anjuran aqiqah adalah perintah agama dalam Islam.

sumber: http://jalur9.com/budaya-aqiqah-umat-kristen-pacongkang-soppeng/

http://www.ahloulbait.com/category/jasa/

Dinding Rumah atau Gereja Polos Ini DIa Tips Dekorasi Yang Tepat

Dinding Rumah atau Gereja Polos? Ini DIa Tips Dekorasi Yang Tepat

Dinding Rumah atau Gereja Polos? Ini Dia Tips Dekorasi Yang Tepat

Bedroom wall decor memang menjadi bahasan yang sangat menarik ketika kita berbicara masalah dekorasi rumah. Dekorasi rumah tentu saja tidak bisa dilepaskan dari detail dekorasi dinding. Dengan dekorasi dinding yang tepat, tentu dekorasi secara umum akan terlihat lebih indah dan pasti anda akan merasa lebih nyaman ketika harus stay atau berada di ruangan tersebut. Hal ini dikarenakan dekorasi dinding mampu memberikan ilusi-ilusi yang lebih sedap dipandang mata.

Berbicara tentang dekorasi dinding, masalah biasanya muncul ketika dinding hanya dihiasi oleh warna yang polos. Bagi sebagian orang, mungkin ide bedroom wall decor ini termasuk menarik untuk dicoba. Namun, dinding yang polos tentu terkadang akan membuat anda mudah merasa bosan karena tidak ada inovasi. Oleh karena itu, dalam hal ini, ada beberapa ide terkait dekorasi dinding yang tepat untuk diaplikasikan pada dinding rumah maupun gereja. Selamat membaca.

Ide Bedroom Wall Décor yang Unik dan Menarik

Garland

Garland adalah salah satu ide dekorasi dinding yang cukup mudah untuk diaplikasikan dalam segala jenis dinding. Dalam hal ini, garland secara efektif akan memberikan efek yang indah pada dinding rumah atau gereja. Garland akan membuat dinding menjadi memiliki motif yang indah. Tentu saja, ide bedroom wall decor ini dapat dipilih bagi anda yang memang ingin memiliki suasana yang baru dari dekorasi dinding yang anda miliki.

Menambahkan Karangan Bunga

Ketika anda berpikir tentang hiasan gereja terlebih natal, maka hal yang mungkin muncul pertama kali adalah karangan bunga. Nah, salah satu ide bedroom wall decor ini dapat menjadi pilihan yang tepat ketika anda hendak merayakan natal bersama dengan keluarga anda. Menambahkan karangan bunga dengan warna dominan merah atau hijau tentu akan membuat suasana natal terbangun dengan lebih khidmat dan istimewa.

Ide ini juga bisa dijadikan alternative bedroom wall decor untuk mendekorasi ulang dinding rumah anda. Dengan ide ini, desain dinding yang tadinya polos tentu akan menjadi lebih indah dan berwarna. Karangan bunga tentu tidak hanya berwarna merah dan hijau. Dalam hal ini, anda bisa menyesuaikan warna karangan bunga sesuai dengan warna kesukaan anda dan menyesuaikan dengan warna awal dinding.

Menaruh Rak di Dekat Dinding

Ide lain yang bisa diaplikasikan untuk mendapatkan dekorasi dinding yang lebih indah dan hidup adalah dengan menaruh rak di dekat dinding. Ini merupakan salah satu ide bedroom wall decor yang sangat mudah untuk dilakukan. Dalam hal ini, rak di dekat dinding akan membuat dekorasi ruangan menjadi lebih hidup. Pada rak tersebut, anda bisa menata beberapa foto kenangan untuk membuat kenangan tersebut hidup kembali.

Menggantungkan Lukisan

Untuk membuat dinding terlihat sangat menarik dengan nilai seni yang tinggi, ide bedroom wall decor yang bisa diaplikasikan adalah menggantungkan lukisan pada dinding. Ide ini termasuk salah satu ide yang sangat mudah dan juga simple untuk dilakukan. Dengan adanya lukisan tersebut, dinding akan menjadi lebih cantik dan tentu saja akan memiliki nilai seni yang lebih tinggi.

Pemilihan lukisan tentu menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Lukisan yang digantung tentu akan sangat mempengaruhi hasil dari bedroom wall decor yang anda lakukan. Tentu, pemilihan lukisan akan lebih baik jika disesuaikan dengan tema dekorasi yang hendak anda tuju. Misalnya, untuk nuansa natal, maka sebaiknya anda memilih lukisan dengan tema natal. Jika tema lainnya, maka sesuaikan jenis lukisan tersebut.

Dari beberapa penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa ada beberapa ide bedroom wall decor yang bisa dipilih untuk memperbarui dekorasi dinding anda. Dengan ide yang tepat, maka dekorasi dinding tentu saja akan menjadi semakin indah.

Sumber: https://www.merdeka.com/gaya/tips-dekorasi-natal-untuk-dinding-polos.html

Ribuan Pot Tanaman dan Ratusan Bunga Kastuba Florist Hiasi Gereja Katedral

Ribuan Pot Tanaman dan Ratusan Bunga Kastuba Florist Hiasi Gereja Katedral

Ribuan Pot Tanaman dan Ratusan Bunga Kastuba Florist Hiasi Gereja Katedral

Gereja Katedral, Jakarta Pusat nampak begitu cantik dengan adanya pot-pot tanaman yang digantung rapi di sepanjang lorong. Pot tanaman yang tersebar hampir di setiap penjuru ruangan tersebut adalah untuk menyambut datangnya Natal. Di gereja ini, pohon natal yang dibuat merupai kerucut itu pun dibuat dari susunan pot tanaman.

Melihat cantiknya Gereja Katedral yang dihiasi pot-pot bunga ini, rasanya jika sedang ada di Jogja ingin segera ke florist jogjakarta terdekat untuk mendapatkan bunga-bunga yang sama dan segera menghiasi rumah dengan bunga tersebut.

Sama dengan yang bisa kita kemui di florist atau toko bunga, bunga-bunga yang digunakan untuk menghias Katedral ini adalah tanaman hidup, bukanlah tanaman imitasi. Karena itu indahnya pun semakin mempesona.

Seperti yang disampaikan oleh Erik Muliawan selaku juru bicara kepanitiaan Natal di Gereja Kategral, total tanaman yang digunakan di gereja ini adalah 1.000 pot dan diantaranya ada yang istimewa yaitu tanaman kastuba. Tamanan yang mempercantik Gereja Katedral tersebut disebutkan oleh Erik didatangkan dari Bandung.

Jika kita ingin tanaman istimewa seperti itu tersebut, tak perlu jauh-jauh ke Bandung jika sedang berada di Yogyakarta. Hal tersebut karena kita bisa mendapatkannya di florist Jogjakarta juga.

Tanaman katsuda sendiri menjadi istimewa karena memiliki warna daun yang merah menyala. Lalu, dengan batangnya yang berwarna hijau, tamanan ini terlihat indah menghiasi Katedral. Bukan hanya itu, warna hijau dan merah ini sangatlah cocok untuk Natal karena merupakan warna khas dari natal.

Karena itulah tak ayal jika kehadiran tanaman katsuba yang bisa ditemukan di florist Jogjakarta ini menjadi sesuatu yang istimewa di Katedral. Dan ada juga satu pohon Natal di gereja ini yang sengaja dibuat dari susunan ratusan pot katsuba. Dengan tambahan kerlap-kerlip lampu, pohon tersebut pun menjadi semakin cantik saat lampunya dinyalakan.

Di Gereja Katedral ini, tanaman katsuba bisa dilihat menghiasi altar yang ada di bagian dalam gereja. Dengan bangunan yang bergaya klasik disini, suasana natal pun tercipta dengan baik berkat adanya hiasan dari tanaman katsuba tersebut.

Erik juga menyebutkan bahwa konsep yang digunakan untuk konsep dekorasi kali ini adalah ‘Menghargai Ciptaan’. Hal ini juga yang digunakan sebagai tema untuk perayaan Natal yang diselenggarakan di Gejera Katedral.

Dengan tema tersebut lah mengapa tanaman hidup menjadi pilihan. Seperti tanaman katsuba yang bisa kita temui di florist Jogjakarta serta tanaman hidup lainnya dipilih berdasarkan tema yang sudah dibentuk tersebut.

Sedangkan untuk Natal tahun sebelumnya di Katedral sendiri, pohon Natal dengan tema unik pun juga dibuat untuk memeriahkan Natal. Jika tahun ini tanaman, maka tahun lalu Katedral menampilkan pohon Natal yang dibuat dari barang daur ulang.

Sampai perayaan Natal kali ini, pengelola dari Gereja Katedral sendiri masih terus konsisten dalam membuat konsep instalasi seni yang ramah lingkungan dalam setiap perayaan. Hal ini bisa dilihat dari hiasan-hiasan yang digunakan di Gereja Katedral yang masih menggunakan beberapa hiasan dari tahun sebelumnya.

Seperti yang diungkapkan Erik, pihaknya masih terus mencoba untuk menghindari penggunaan bahan-bahan tidak ramah lingkungan. Misalnya, pihaknya tidak menggunakan plastik secara berlebihan pada setiap kegiatan. Para panitia lebih fokus dalam penggunaan bahan-bahan yang sudah daur ulang atau bahan-bahan bekas.

Dengan penggunaan bahan bekas atau bahan daur ulang itu pun, hal tersebut menjadi sesuai dengan tema-tema ramah lingkungan yang diaplikasikan seperti penggunaan tanaman katsuba yang bisa ditemukan di florist Jogjakarta ini.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2015/12/24/12093111/Cantiknya.1.000.Pot.Tanaman.dan.Ratusan.Bunga.Kastuba.di.Gereja.Katedral.

Penyerangan Gereja Santa Lidwina Sangat Memperihatinkan Ini Kata Kapolda DIY

Penyerangan Gereja Santa Lidwina Sangat Memperihatinkan Ini Kata Kapolda DIY

Penyerangan Gereja Santa Lidwina Sangat Memperihatinkan Ini Kata Kapolda DIY

Penyerangan Gereja Santa Lidwina Sangat Memperihatinkan Ini Kata Kapolda DIY

Brigjen Polisi Achmad Dofiri sebagai kepala kepolisian daerah istimewa yogyakarta menyatakan bahwa peristiwa penyerangan di gereja santa selam lidwina bedog saat 11 februari 2018 adalah periwatiwa yang sangat mengharukan sekaligus menyedihkan. Dari sekian banyak periwtiwa tersebut bisa membawa pelajaran tersendiri bagi seluruh warga yang ada di yogyakarta.

“Peristiwa satu ini sangat mengundang sisi prihatin semua orang. Banyak masyarakat yang mengatasakan bahwa daerah istimewa yogyakarta salah satu daerah yang intoleransi,” sahut kepala kepolisian DIY pada saat pertemuan bersama ulama dan kiyai yang ada di semua kebupaten kulon progi yang ada di DIY pada selasa malam itu.

Dia mengakui betul data intoleransi memanglah ada. Akan tetapi sangatlah disayangkan betul saat ada satu peristiwa selalu diakui sebagai jenis tindakan yang intoleransi. Ia juga mencontohkan, ada orang yang pada saat itu membagikan kebutuhan pokok, warga sangatlah menolaj dikatakan tindakan yang intoleransi. Sebelumnya ada baliho UKDW di Yogyakarta memasang pada orang yang berjilbab lalu adanya ancaman pengerahan masa. DIY pada saat itu juga disebut sebagai intoleransi lagi.

“Sesuai dengan data yang ada di Polda DIY memang ada. Adanya peristiwa gerja Lidwina juga dikatakan bahwa DIY intoleransi. Saya merasa kasihan pada masyarakat asli jogja. Padahal pelakunya bukan dari orang jogja, melainkan dari daerah banyuwangi provinsi jawa timur, kilahnya.

Menurut beliau, daerah istimewa yogyakarta merupakan daerah yang sangat istiemwa, mempunyai berbagai macam sebutan yang sangat luar biasa. Mulai dari kota pelajar, kota perjuangan, kota paling toleransi, kota pariwisata, kota miniatur di indonesia. Makak dari itu, jangan sampai terjerumus pada beberapa peristiwa yang selama ini muncul terutama yang baru belakangan ini.

Baca juga artikel kami: tawarkan pernikahan vr di gereja oleh perusahaan game

“Jika menginginkan bahwa kota jogja benar-benar menjadi kota toleran, parameternya bisa sangat mudah diubah. Berbagai kegiatan yang skalanya nasional bahkan internasional langsung dilaksanakan di DIY,” tambahnya.

Dofiri juga sudah menyatakan tentang DIY itu patut dicontoh betul sebagai wilayah yang memiliki toleransi yang tinggi. Jika ada beberapa peristiwa misalnya yang belakangan ini viral dan itu langsung terjadi di jogja dan menyebabkan jogja sebagai kota intoleransi. Dia sangat menghimbu agar tidak langsung makan mentah dengan skenario yang tidak suka dengan kota jogja.

Sebab ini hanya semacam fitnah yang membuat DIY memiliki sebutan kota tersebut. Sehingga yang membuat ulasan seperti itu, jika ditanggapi dengan serius pasti mereka suka dengan kerusakan masyarakat jogja. Jika tidak mengurus, pastilah membuat berit yang jauh lebih heboh lagi. Sehingga perlu lebih cerdas dalam menanggapi apa yang sudah dilansir oleh media. Perlu pertimbangan dan bagi yang sudah menyebarkan hal tersebut pasti ada maksud tertentu agar jogja lebih rusah nama baiknya.

Sangat disarankan bagi seluruh masyarakat jogja untuk selalu menjaga apa yang menjadi berliannya jogja. Salah satunya dengan membuktikan bahwa kota jogja gudangnya prestasi dan banyak hal positif yang selalu dibangun di dalamnya. Kota yang paling besar juga sangat berperan dengan disediakannya fasilitas dan layanan yang sangat terpadu. Inilah yang harus diperhatikan oleh masyarakat jogja.

“Kita wajib percaya sepenuhnya bahwa daerah istimewa jogjakarta adalah kota yang sangat diyakini sisi toleransinya tinggi,”harapan beliau.

Masyarakat jogja diharapkan tidak langsung termakan berita negatif jogja, namun harus benar-bena r tahu akar masalahnya di mana dahulu. Sehingga nanti bisa langsung memutuskan sendiri mana yang benar atau sebatas akar dari masalah yang selama ini merusak jogja poker88.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/689137/kapolda-diy-peristiwa-penyerangan-gereja-santa-lidwina-memprihatinkan

Gereja Situs Paling Suci Tutup Untuk Protes Keputusan Israel

Gereja Situs Paling Suci Tutup Untuk Protes Keputusan Israel

Gereja Situs Paling Suci Tutup Untuk Protes Keputusan Israel

Gereja Situs Paling Suci Tutup Untuk Protes Keputusan Israel

Akhir-akhir ini berita mengenal keagamaan di dunia memang sedang panas, salah satunya seperti kasus penutupan gereja di Yerusalem. Para pemimpin dan pemuka agama Kristem Yarusalem telah meyakinkan diri untuk mengambil langkah tegas yaitu dengan menutup Gereja Makan Kudus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan baru mengenai pajak daerah Israel serta usulan tentang pembentukan Undang-Undang Properti. Mereka sendiri menganggap apabila undang-undang itu adalah suatu bentuk serangan yang ditujukan kepada orang Kristen di Tanah Suci. Sedangkan menurut masyarakat serta para pendukung RUU Properti, protes para ulama Kristen dan kegelisahan akan gereja tidak mempunyai dasar sama sekali sehingga dianggap sebagai hal biasa,

Di lain sisi, umat Kristen percaya bahwa Tuhan Yesus mereka disalib, dikuburkan, kemudian dibangkitkan kembali di tempat itu, tepatnya kompleks gereja. Tak heran jika mereka menganggapnya sebagai salah satu tempat paling suci dan sakral bagi seluruh pemeluk agama Kristen. Selain itu juga menjadi tujuan pertama para peziarah bahkan pelancong dari berbagai macam negara di seluruh dunia.

Hal yang Membuat Mereka Marah

Para ulama atau pemimpun Gereja Katolik dari Roma, Armenia, serta Ortodoks Yunani angkat bicara sekaligus memberikan pernyataan keras jika gereja tersebut ditutup setidaknya sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Lagipula, kemunculan dari protes tersebut juga didasari karena para pemimpin gereja merasa keberatan dengan adanya RUU Properti yang dibentuk dan dibahas oleh pemerintahan Israel. Hal utama yang dicemaskan yaitu terbentuknya klaim atau pengakuan atas tanah gereja milih umat Kristen tersebut. Mereka lantas mengatakan apabila undang-undang tersebut meerupakan hal “mengerikan” yang mengingatkan terhadap penindasan terhadap orang-orang Yahudi di Eropa masa silam.

Sedangkan berkaca dari lain pihak yaitu pendukung Undang-Undang Properti tersebut memberikan penyataan mengenai tujuan dari terbentuknya RUU itu sendiri. Satu-satunya alasan mengapa pemerintah mengeluarkan aturan tersebut tak lain untuk melindungi warga Israel yang tinggal di sekitar tanah Gereja. Resikonya sangat besar karena sebagian tanah telah dijual kepada para pengembang dan perusahaan-perusahaan swasta dimana kemungkinan mereka tidak mampu membayar sewa selanjutnya. Akan tetapi pihak penentang RUU berdalih apabila keputusan itu malah akan semakin membuat tanah sekitar Gereja menjadi sulit diperjual belikan lagi.

Alasan lain yang membuat para pemimpin Kristen marah adalah adanya upaya penerapan pajak properti Gereja dan dianggao sebagai tindakan komersil terhadap tempat beribadah. Menanggapi hal tersebut, Walikota Yarusalem, Nir Barkat mengatakan apabila daerah itu telah menanggung hutang cukup besar yakni sekitar 650 juta Sheker setara dengan 2,6 Triliun Rupiah. Ia menambahkan semua gereja mendapatkan pembebasan pajak, sedangkan yang kena hanyalah bagian tertentu seperti ruang pertemuan, hotel, penginapan, dan tempat berbisnis.

Apa Tindakan Pemerintah Israel Selanjutnya?

Pembahasan bandarq mengenai RUU Properti telah ditunda sementara oleh cabinet Israel karena adanya protes para ulama Kristen. Kemudian anggota parlemen pencetus undang-undang, Rachel Azaria telah memberikan konfirmasi kepada BBC yaitu:

“Saya sangat mengerti Gereja berada di bawah tekanan, akan tetapi tanah tersebut tetap menjadi milik mereka, tak ada satu pun yang menyentuh mereka sampai kapan pun. Undang-undang ini berkaitan dengan apa yang terjadi apabila hak tanah tersebut dijual kepada pihak ketiga.”

Intinya adalah Azaria hanya ingin menegaskan bahwa kepemilikan tanah gereja tetaplah milik umat Kristen. Sedangkan tanah yang dijual oleh Gereja kepada perusahaan swasta setelah 2010 memberikan dampak besar kedepannya.

Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43193927

Menara Masjid diprotes Gereja, ini Langkah Meneg Selesaikan Persoalan

Menara Masjid diprotes Gereja, ini Langkah Meneg Selesaikan Persoalan

Menara Masjid diprotes Gereja, ini Langkah Meneg Selesaikan Persoalan

Menara Masjid diprotes Gereja, ini Langkah Meneg Selesaikan Persoalan

Nampaknya persoalan mengenai keberagaman di tanah air masih sering muncul dan bahkan menjadi masalah atau konflik panjang. Salah satunya saja hal mengenai menara masjid yang diprotes oleh agama lain di Porvinsi Papua. Hingga saat ini masalah tersebut belum juga mencapai ujungnya sehingga keadaan antara dua agama di daerah tersebut masih memanas. Berawal dari bangunan menara Masjid Al-Aqsha yang mempunyai ukuran lebih tinggi dibandingkan gereja di sekitarnya membuat umat beragama lain menjadi keberatan. Bukan karena alasan iri ataupun tidak suka melainkan ingin adanya kesetaraan dan persamaan diantara keduanya. Pasalnya gereja-gereja di Jayapura sudah lebih dahulu dibangun dan lama berdiri daripada masjid Al-Aqsha. Karena hal tersebut, pihak PGGJ meminta agar pembangunan segera dihentikan dan menara masjib kembali dibongkar agar dapat sejajar dengan gereja lain di sekitar daerah tersebut yang sudah lebih dulu dibangun.

Menteri Agama yakni Lukman Hakim Saifuddin memberikan tanggapannya mengenai permasalahan menara masjid tersebut. Ia mempunyai beberapa solusi untuk menangani adanya tuntutan yang diajukan oleh Persekutuan Gereja-Gereja Kabupaten Jayapura atau PGGJ tersebut. Yang pertama yaitu melakukan pembicaraan dan diskusi dengan Ketum atau Ketua Forum PGI dan kerukunan beragama di Provinsi Papua. Kemudian juga menemui langsung Ketua MUI di wilayah tersebut dengan berbagai macam pihak yang akan diajak berdialog bersama serta menyelesaikan masalah menara masjid dan gereja tersebut.

Lukman sendiri mengungkapkan apabila bertemu dan berbicara secara baik-baik merupakan solusi paling tepat untuk mengatasi problem keberagaman ini. Melalui jalur musyawarah inilah akan muncul jalan keluar terbaik demi terciptanya kedamaian. Ditambah lagi Indonesia merupakan negara dengan sifat majemuk dimana terdapat berbagai macam perbedaan di dalamnya, mulai dari suku, ras, agama, bangsa, kebudayaan, bahasa, dan lain sebagainya. Dnegan begitu, bicara bersama dan memecahkan masalah secara musyawarah merupakan langkap yang tepat. Selain itu juga bertujuan menghindari munculnya konflik ataupun ketegangan baru dimana mampu memperkeruh keadaan awal.

Lukman kembali menegaskan apabila bedialog dengan para pemuka, tokoh agama, serta pihak terkait sangatlah penting untuk mendapatkan solusi serta kesepakatan bersama. Pada intinya pihak bola tangkas dari PGGJ merasa tersinggung karena menara masjid yang baru saja dibangun lebih tinggi dibandingkan dengan gereja di sekitarnya. Mereka berharap adanya pembokaran dan pengurangan ukuran tinggi menara sehingga menunjukkan adanya kesetaraan dengan bangunan agama lain. Dengan begitu muncul persamaan serta keberagaman tanpa harus membedakan atau rasa mengungguli antara satu dengan lainnya.

Pada dasarnya Indonesia merupakan sebuah negara dengan masyarakat yang berbeda-beda dari ujung Sabang sampai dengan Merauke. Sejak sebelum kemerdekaan telah disepakati mengenai semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya walaupun berbeda tapi tetap satu jua. Adanya ketidaksamaan ras dan agama memang sudah jadi hal wajar bahkan kebiasaan karena telah mendarah daging di bumi pertiwi ini. Jika ada persoalan mengenai hal tersebut maka sebaiknya diselesaikan dengan cara damai, berdiskusi serta musyawarah mencari jalan keluar terbaik bersama-sama. Langkah inilah yang kemudian digunakan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim dimana bertemu kedua belah pihak, baik dari PGGJ, MUI Jayapura, dan lainnya. Dengan begitu tidak ada satupun pihak yang merasa dianak tirikan atau bahkan ditinggalkan karena semuanya diajak berdikusi serta mencari solusi untuk kebaikan bersama.

Indonesia bukan hanya milik satu agama saja tetapi berbagai macam seperti Kristen, Katolik, Hindu, Budha, bahkan Konghucu sekalipun. Semuanya harus hidup secara berdampingan tanpa konflik dan kekerasan dalam bentuk apapun demi terciptanya kesatuan negara.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3940086/ini-langkah-menag-selesaikan-persoalan-menara-masjid-diprotes-gereja

Mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami mengenai:  pgi minta kpk terbitkan buku saku untuk jemaat gereja

Jayapura Umat Muslim Usulkan Bangun Simbol Gereja

Jayapura Umat Muslim Usulkan Bangun Simbol Gereja

Jayapura Umat Muslim Usulkan Bangun Simbol Gereja

Jayapura Umat Muslim Usulkan Bangun Simbol Gereja

Diadakan sebuah pertemuan antara kedua anggota dari Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua dari Pokja Agama. Adanya pertemuan tersebut bertujuan melakukan sebuah Dialog Kerukunan Umat Beragama dengan beberapa agama yang ada di Kabupaten Jayapura dalam waktu dua hari mulai Senin 26 Maret 2018 sampai dengan Selasa 27 Maret 2018.

Pada hari kedua di dialog kerukunan tersebut juga dihadiri Ketua Tim 6, Pdt. Albrth Yoku, S.Th, serta Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Yayapura yaitu Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP. Ditambah lagi dengan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jayapura, pengurus masjid dan ormas-ormas Islam lainnya. Mereke berencana akan mengusulkan tentang pembangunan sebuah simbol gereja di Papua yang megah dan berdampingan dengan simbolnya agama Islam, Masjid Al-Aqsha. Hal ini juga sama dengan yang ada di wilayah Jakarta yaitu Masjid Istiqlal dibangun berdekatan dengan Gereja Katedral. Kedua tempat ibadah tersebut memang sengaja dibangun oleh Presiden Soekarno untuk memperkuat kerukunan antara umat Katolik dan Islam di Indonesia.

Hasil dari pertemuan menghasilkan beberapa kesimpulan, yang pertama mengenai sebuah etika kebersamaan seperti yang sudah disepakati bersama. Kemudian hasil kedua adalah adanya semacam roh solidaritas seperti yang sudah ditunjukkan saat ini. Menurut Pendeta Alberth Yoku, rencana untuk membangun simbol Gereja yang besar mempunyai arti adanya sebuah roh solidaritas atau kebersamaan yang nantinya menjadi bagian sentral (pusat) simbol-simbol keagamaan di Bumi Khenambay Umbay.

Pendeta tersebut juga berharap jika keinginan membangun simbol gereja menjadi bagian yang dapat mendukung agama-agama lain seperti Hindu, Budha, Kristen Katolik dan sebagainya. Dengan begitu akan terlihat mengenai keberagaman, kemajemukan dalam hal beragama di Kabupaten Jayapura. Menanggapi usulan situs domino qq tersebut, Pendeta Alberth Yoku juga menyampaikan jika nanti hasil pertemuan atau dialog bersama MUI, ormas-ormas Islam dan pengurus masjid bisa menggabungkan berbagai opini dalam sebuah hasil akhir yang disepakati bersama. Ia kembali menambahakn apabila pihak mereka nantinya akan berkonsultasi kepada Forkompimda Kabupaten Jayapura. Hal tersebut berarti mereka telah menerima mandat yang berasal dari pemerintahan daerah dan akan dikonferensi perskan. Selain itu, adanya sumbang saran, usul ataupun lainnya dari pemerintah akan ditampung serta dibicarakan secara bersama-sama. sementara itu mengenai penyelesaian Tim 6 yang bertugas untuk mengatasi penyelesaian mengenai kerukunan umat beragama di Kabupaten Yayapura akan se
gera diselesaikan dengan baik.

Alberth memberitahukan jika Asisten I telah diberikan sebuah mandat oleh Bupati Jayapura untuk membantu jalannya persiapan dari Tim 6. Pihak mereka berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut secepat mungkin. Tujuannya tak lain adalah untuk mencegah timbulnya kabar kurang baik mengenai hal kerukunan beragama di daerah tersebut. Kemudian juga menghindari munculnya isu liar dari orang-orang luar yang tidak mengetahui sama sekali tentang pembangunan karakter, spirit keagamaan dan juga keberagaman. Ia juga sangat berharap jika pembentukkan Tim 6 dapat selesai dengan lancar karena stagmen dari kedua pihak juga sudah dilakukan. Ini berarti tim akan melakukan sebuah rapat penting dan nantinya menemui Bupati Jayapura bersama dengan jajaran Pemda untuk memberitahukan mengenai hasil dari pertemuan atau dialog tersebut.

Rencana pembangunan simbol gereja agar bisa berdampingan dengan simbol Islam merupakan suatu ide yang baik. Mengingat isu dan persoalan mengenai keberagaman di Kabupaten Jayapura cukup sering muncul sehingga membuat masyarakat sekitarnya menjadi resah. Dengan adanya hal tersebut maka diharapkan kehidupan umat beragama bisa lebih rukun, saling berdampingan satu sama lain tanpa adanya perpecahan.

Mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami mengenai: menilik perayaan natal para difabel

Sumber https://www.pasificpos.com/item/24678-umat-muslim-usulkan-bangun-simbol-gereja-di-kabupaten-jayapura

Gereja Makam Kristus di Tutup Untuk Protes Aturan Baru Pemerintah Israel

Gereja Makam Kristus di Tutup Untuk Protes Aturan Baru Pemerintah Israel

Gereja Makam Kristus di Tutup Untuk Protes Aturan Baru Pemerintah Israel

Gereja Makam Kristus di Tutup Untuk Protes Aturan Baru Pemerintah Israel

Sebagai bentuk protes atas aturan pajak terbaru yang diterbitkan Israel, Kepala Gereja Makam Kudus memutuskan untuk menutup tempat suci tersebut. Bukan hanya itu, pihak gereja juga tidak setuju dengan undang-undang terkait dengan penyitaan tanah gereja.

Sebagai situs paling suci untuk para umat Kristen, gereja yang berada di Israel ini tentu menjadi situs yang paling berharda bagi umatnya. Terkait dengan perubahan peraturan pajak tersebut, pemimpin gereja merasa bahwa Israel tengah mencoba untuk melakukan serangan secara sistematis kepada orang-orang Kristen yang ada di Tanah Suci ini.

Dalam hal ini, para pimpinan gereja Armenia Apostolik, Katolik dan Ortodoks Yunani yang telah mengelola kawasan tersebut bersama-sama memprotes rencana yang tengah dibuat oleh pemerintah kota untuk melakukan modifikasi undang-undang tentang pembebasan pajak untuk tempat suci seperti Gereja Makam Kristus ini.

Menurut para pemimpin gereja ini, upaya yang dilakukan Israel tersebut hanyalah untuk melemahkan umat Kristen yang ada di Yerusalem saja. Apalagi mengingat bahwa secara tidak peraturan tersebut memungkinkan adanya property gereja yang akan diklaim negara.

Dalam sebuah penyataan, para pemimpin gereja ini menyampaikan bahwa rancangan UU terkait pajak tempat suci yang baru ini akan segera diputuskan dalam pertemuan komite antara para menteri. Dan jika usulan rancangan tersebut disetujui, bukan tidak mungkin akan adanya pengambilalihan tanah atau properti gereja oleh pemerintah Israel seperti halnya judi online

Hal ini tentu membuahkan kecaman oleh pihak gereja karena meraka merasa bahwa aturan tersebut diskriminatif. Dan sebagai bentuk protes, pihak gereja pun memutuskan untuk menutup Gereja Makam Kudus.

Tindakan protes dengan cara menutup gereja ini merupakan tindakan protes yang langka untuk diambil para pemimpin gereja dan memang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Pihak gereja pun masih belum menjelaskan sampai kapan gereja tersebut akan ditutup. Saat ini gereja yang menjadi tempat dimana Yesus disalib, meninggal, dimakamkan dan akhirnya bangkit kembali suatu saat nanti tersebut masih tetap ditutup.

Sampai saat ini Gereja Makam Kudus tersebut sudah menarik banyak peziarah yang datang dari seluruh penjuru dunia dan sampai saat ini belum pernah ditutup dikarenakan masalah politik sejak tahun 1900.

Terkait dengan undang-undang pertanahan yang baru, UU tersebut dapat membatasi kemampuan gereja dalam menjual properti yang dimiliki terutama tanah pada pengembang swasta.

Di lain pihak, pejabat perkotaan Yerusalem mengungkapkan bahwa pembebasan pajak yang sebelumnya diterapkan untuk properti komersial yang menjadi milik gereja seperti hotel dan restoran merupakan suatu hal yang salah.

Dalam hal ini, Nir Barkat selaku Wali Kota Yerusalem menyatakan bahwa kotanya mempunyai potensi pajak yang besar dan tidak tertagih karena properti gereja bebas dari pajak. Angka pajak tersebut mencapai angka USD186 juta.

Mungkin juga anda tertarik membaca artikel kami mengenai: mengelola akuntansi keuangan gereja secara alkitabiah

Menurut pihak yang berwenang, Gereja Makam Yesus maupun gereja-gereja lainnya yang ada di Yerusalem akan tetap dibebaskan dari pajak seperti sebelumnya. Akan tetapi, akan ada penarikan pajak untuk properti komersial yang dimiliki gereja seperti misalnya ruangan aula, hotel maupun bisnis lain yang dilakukan oleh gereja tersebut.

Akan tetapi meskipun begitu, pihak Gereja Makam Kudus tetap akan menutup gerejanya hingga waktu yang belum ditentukan karena mereka tidak menyetujui atas perubahan peraturan pajak yang dinilai akan membatasi pihak gereja tersebut.

Disisi lain pejabat Yerusalem tetap dalam pendirian mereka dengan menekankan bahwa pajak hanya dikenakan pada properti milik gereja yang bersifat komersial seperti restoran, hotel dan sebagainya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180226132613-120-278850/protes-aturan-israel-gereja-makam-yesus-ditutup