Gereja & Ruang Bawah Tanah di Pulau Timor Terbuat dari Batu Alam

Terletak hanya sekitar 100 meter dari Jalan eltari yaitu tepatnya di KM 7 Kefamenanu. Gereja ini bernama Gereja Santo Antonius Padua Sasi. Bangunannya sangat unik karena terbuat dari batu alam andesite stone tile dan di sana juga menyerupai bangunan tua buatan 1701. Memiliki ventilator sehingga dapat membuat cahaya masuk dengan terang dan udara dalam derajat terasa sangat sejuk.

Aura panas dari gereja tersebut tentu saja akan sirna ketika kita melangkah di lantai batu yang sangat dingin. Memiliki Hawa sejuk dan juga tentram serta menciptakan keheningan yang indah untuk jamaah yang berdoa. Interior dari gereja ini pun juga tak kalah indah karena memiliki hiasan dinding yang di sertai oleh kain tenun yang ditempel pada tiang dan plafon gereja karena memiliki keindahan tersendiri.

Baca juga: Demi Menghormati Polisi Greja Protestan Gideon Disamping Mako Brimob Lakukan Hal Tak Terduga

Memiliki ruangan berbentuk setengah lingkaran yang lantainya dibuat miring menghadap ke sebuah altar dan menyerupai amphiteater sehingga para jamaah yang duduk di belakang tetap bisa melihat ke depan. Kolom-kolom pada gereja ini dibuat sedemikian rupa sehingga para paduan suara dapat menghasilkan bunyi yang enak didengar walaupun menyanyi tanpa microphone.

Ada banyak wajah yang dimiliki oleh Gereja ini yaitu dari depan, samping kiri dan kanan dan juga belakang. Begitu juga dengan pintu depan, pintu utara dan juga pintu bagian Selatan yang memiliki karakternya tersendiri.

Referensi: sergap.id

Usai Membaptis 80 Jemaat Seorang Pendeta Tewas Diterkam Buaya

Usai Membaptis 80 Jemaat Seorang Pendeta Tewas Diterkam Buaya

Usai Membaptis 80 Jemaat Seorang Pendeta Tewas Diterkam Buaya

Minggu tepatnya pada tangal 3 bulan juni lalu, seorang pendeta bernama Docho Eshete menggelar acara keagamaan umat nasrani. Dengan mengelar sebuah acara pembaptisan yang diikuti 80 jemaat gereja tempat ia menjadi pastor. Acara pembaptisan yang dilakukan berlokasi di Danau Abaya kota Merkeb Tabya distrik Arba Minch, ata danau terbesar kedua di Ethiopia. Acara yang berlangsung sejak pagi hari ini, mestinya berjalan dengan lancar jika saja tidak ada kejadian naas yang menimpa pendeta yang sedang membaptis para jemaatnya.

Usai Membaptis 80 Jemaat Seorang Pendeta Tewas Diterkam Buaya

Kejadian naas itu terjadi saat pendeta Docho telah selesai membaptis satu jemaat, tiba-tiba seekor buaya melompat dari danau saat acara pembaptisan berlangsung dan langsung menerkam pendeta Docho. Menurut kesaksian warga setempat, dan juga polisi yng memberikan pernyataan pada BBC Amharic mengatakan jika pastor Docho meninggal sesaat setelah mengalami gigitan dari buaya di bagian kaki, tangan dan juga punggung.

“Saat itu pastor Docho selesai membaptis jemaat pertama, saat ia sedang bersiap membaptis jemaat selanjutnya, tiba-tiba saja seekor buaya melompat dari dalam danau dan menerkamnya,” tutur Katema Kairo, saksi mata yang melihatnya secara langsung kepada BBC.

Bca juga artikel kami lainya mengenai jasa penulis artikel

Saat kejadian naas itu terjadi, para jemaat dan warga sekitar tidak hanya tinggal diam. Mereka berusaha menolong pastor Docho dengan menebar jaring ikan yang biasa digunakan nelayan agar buaya tersebut tidak menyeret tubuh pastor Docho ke dalam danau. Namun sayangnya, perangkap tersebut tidak berhasil dan buaya berhasil meloloskan diri.

“Banyak orang yang sudah berusaha memberikan pertolongan terhadap pastor Docho, para nelayan pun ikut membantu menyelamatkannya, namun sayangnya pastor Docho tetap tidak bisa diselamatkan,” ucap Eiwnetu Kanko seorang petugas kepolisian setempat.

Kejadian yang berlokasi di Danau Abaya kota Arba Minch ini berhasil menarik perhatian dunia. Pasalnya, pastor Docho sedang menjalankan ritual keagamaan yang memang sring dilakukan di sungai ataupun danau. Namun sayangnya, danau yang memiliki luas 1.162 km persegi itu dikenal akan populasi buaya yang cukup signifikan, sehingga memang sangat rentan jika ada buaya yang tiba-tiba datan menerkam. Konon, buaya-buaya yang ada di dalam Danau Abaya menjadi lebih agresif terhadap kehadiran manusia, karena populasi ikan di dalam danau yang berkurang.

Bca juga artikel kami lainya mengenai: demi menghormati polisi greja protestan gideon disamping mako brimob lakukan hal tak terduga

Diduga buaya yang menewaskan pastor Docho merupakan buaya dengan jenis Buaya Nil, buaya yang dapat tumbuh sepanjang enam meter dan dapat memiliki berat hampir satu ton ini, diduga telah berhasil menyerang 300 orang Afrika di setiap tahunnya. Buaya nil merupakan salah satu predator oportunistik yang melakukan penyergapan secara tiba-tiba. Dan jika dibandingkan dengan jenis buaya yang lain, buaya Nil menduduki peringkat ketiga dari hean yang bisa menyebabkan kematian manusia di Afrika.

Meskipun telah melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan pastor Docho dilakukan oleh jemaat dan juga nelayan yang ada dilokasi itu gagal, mereka tak putus asa dengan terus berusaha menebar jaring-jaring agar bisa menangkap buaya, meskipun hasilnya tetap sama. Tapi mereka telah berhasil membawa jasad pastor Docho. Dan buaya ganas yang menerkam pastor Docho lolos dari kejaran warga dan nelayan setempat.

Menurut surat kabar Daily Telegraph, layanan pembaptisan merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh pihak gereja disetiap tahunnya atau memang sebuah layanan rutin bagi setiap jemaat gereja. Layanan pembaptisan bagi umat Protestan di Afrika, memang biasa dilakukan di sungai ataupun danau. Ritual yang mengharuskan peserta pembaptisan membenamkan diri dalam air danau baik itu sebagian ataupun sepenuhnya guna menghapus segala dosa serta pertaubatan peserta pembaptisan akan apa yang telah diperbuat.

Sumber berita: https://international.sindonews.com/read/1312282/46/membaptis-80-jemaat-gereja-di-danau-pastor-ini-diterkam-buaya-1528340006

https://sahabatartikel.co.id/

Setiap Pelayanan Ibadah, Pendeta Ini Selalu Bawa Bibit Tanaman

Pendeta Rasely Sinampe, M.Th merupakan salah satu pendeta yang ada di Yayasan Talu lolana milik BPS Gereja Toraja. Talita bukanlah Seorang pendeta yang biasa Karena beliau memiliki keunikan pada dirinya yaitu beliau begitu mencintai dan sangat peduli akan lingkungan hidup. Itulah sebabnya beliau seringkali melakukan pelayanan di hari minggu atau hari-hari besar keagamaan dan tak lupa selalu membawa serta bibit pohon. Hanya bibit pohon buah saja namun juga terdapat di pohon kayu kayuan.

Tidak memiliki mobil untuk membawa bibit pohon tersebut yang mana beliau selalu menggunakan sepeda motornya atau juga biasa menggunakan motor roda tiga dengan gandengan gerobak di belakangnya. Beliau menjelaskan bahwa jika sedang dalam pelayanan ibadah jarak dekat maka beliau menggunakan sepeda motor yang Tiga Roda nya dan ada gerobak di belakangnya agar dapat mengangkut banyak bibit pohon. Namun jika jarak pelayanan yang dilakukannya sangat jauh maka bibit pohon yang dibawahnya hanya menggunakan motor biasa.

Baca juga: Rayakan natal Bersama Warga Kurang Mampu

Dia juga mengutarakan bahwa bibit pohon tersebut telah disemai sendiri menggunakan teknologi yang ia pelajari secara otodidak. Beliau juga pernah beberapa kali mengalami kegagalan dalam menyemai bibit tersebut. Namun, hal tersebut tang mengurungkan niatnya untuk terus mencoba hingga akhirnya berhasil.

Tidak hanya membawa bibit pohon saja pada saat pelayanan namun setiap hari Minggu selesai melakukan ibadah, beliau menyempatkan waktu untuk memberikan sedikit penyuluhan dan juga pencerahan kepada warga Jemaat tentang betapa pentingnya untuk menjaga dan memelihara lingkungan hidup saat ini.

Referensi: http://tamanbibit.com/