Mengelola Akuntansi Keuangan Gereja Secara Alkitabiah

Mengelola Akuntansi Keuangan Gereja Secara Alkitabiah

Mengelola Akuntansi Keuangan Gereja Secara Alkitabiah

Mengelola Akuntansi Keuangan Gereja Secara Alkitabiah

Sebagian besar masyarakat kurang paham atau bahkan tidak tau sama sekali apabila sistem pengelolaan keuangan untuk tempat ibadah sangatlah penting. Terlebih lagi untuk mengurus proses pembukuan dana sumbangan, seperti membuat laporan keuangan, struk, dana keluar dan masuk, pembagian, dan lain sebagainya. Apabila tidak ada catatan jelas maka bisa timbul banyak masalah serta dipertanyakan oleh masyarakat, khususnya para penyumbang. Untuk mempermudah para petugas dalam mengelola sistem keuangan di tempat ibadah gereja maka dibutuhkan teknologi canggih seperti software akuntasi.

Pengertian Keuangan dalam Alkitab

Masih banyak sekali pemeluk agama Kristen yang belum mengetahui apabila di dalam alkitab telah dibahas secara jelas mengenai keuangan. Yesus Kristus menggunakan beberapa perumpamaan dan dicantumkan dalam kitab suci hampir sebanyak dua per tiga halaman. Adapun alasan pembuatannya juga sangat sederhana, diantaranya sebagai berikut:

1. Yesus Kristus mengatakan persoalan tentang uang di dalam alkitab bahwa uang ataupun berbagai hal menyangkut materi bukanlah suatu masalah besar. Akan tetapi semua hal tersebut merupakan gejala atau bisa jadi pemicu dari timbulnya permasalahan lain yang sesungguhnya. Bahkan Paulus berkata kepara Timotius jika akar atau sumber dari segala kejahatan di dunia ada dua yakni cinta dan juga uang. Kristus memperingatkan manusia bahwa kita harus senantiasa menjaga hati dari sifat tamak akan harta, dengki, kesombongan, dan juga iri hati. Iblis akan menggunakan semua hal tersebut untuk menguasai dan mengendalikan dunia. Yesus juga kembali memberikan peringatan kalau dosa akan sifat materialism lebih besar bila dibandingkan dengan jenis lain (Luk. 12:15 & Mat. 13:18-23).

2. Yesus Kristus menjelaskan apabila urusan rohani ternyata jauh lebih nyata daripada duniawi. Uang merupakan salah satu contoh duniawi yang disebutkan oleh Kristus karena sangat berhubungan sekali dengan manusia yang hidup dalam duniawi.

3. Nikmat berupa kekayaan yang diberikan oleh Tuhan untuk manusia tak lain adalah untuk memberikan keselamatan. Sayangnya hal tersebut telah diselewengkan dan diambil demi kepentingan para iblis untuk menyesatkan manusia di bumi. Bahkan orang Kristen zaman sekaranng lebih menilai serta menghormati seseorang menurut harta, tahta, serta derajat mereka. Selain itu banyak juga dari mereka yang menganggap jika orang miskin merupakan manusia yang tidak berhasil, pecundang, dan tidak mendapat berkat Tuhan. Bahkan si miskin dikatakan sebagai orang-orang dengan banyak dosa sehingga tidak bisa menjadi kaya dan sukses.

Berdasarkan dari beberapa alasan di atas, sudah jelas sekali apabila Alkitab sangat menentang segala jenis hal negatif berhubungan dengan uang serta ketamakan. Dalam (Ams. 3:13, 3:19; 8:10-12) menjelaskan bahwa hikmat dan nikmat datangnya dari Tuhan. Hikmat yang berarti kepandaian, pengetahuan, kecerdasan dan kebijaksanaan berasal dari Tuhan serta proses manusia menjalani kehidupan seperti merenung, belajar, dll.

Lukas pasal 16: 10-13 juga merujuk pada pengaturan perihal keuangan dengan baik. Ini sebagai syarat utama yang digunakan Tuhan untuk membagi segala hal yang lebih besar, misalnya cara membagi uang, tanggungjawab atas uang, dan sebagainya. Orang-orang Kristen seringkali membuat pendapat sendiri mengenai ajaran Yesus Kristus dengan mengamati orang lain menjalani pekerjaan dan hidupnya, terutama mengenai keuangan. Dengan begitu munculah rasa penasaran, ketertarikan dan terpengaruh akan hal buruk. Oleh sebab itulah mengapa kita sebagai pemimpin atau angora gejera harus senantiasa mengamalkan firman Tuhan dalam Alkitab untuk mengelola keuangan. Salah satu caranya adalah dengan menyusun laporan dana sumbangan dengan transparan dan jujur dengan menggunakan teknologi software akuntasi agar lebih praktis.

Sumber: https://thankyoubnministry.wordpress.com/2016/08/12/mengelola-keuangan-gereja-secara-alkitabiah/

Posted in Akuntansi and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *