Obat Herbal Biarawati Katolik Jadi Harapan Bagi Rakyat Miskin

Obat Herbal Biarawati Katolik Jadi Harapan Bagi Rakyat Miskin

Obat Herbal Biarawati Katolik Jadi Harapan Bagi Rakyat Miskin

Obat Herbal Biarawati Katolik Jadi Harapan Bagi Rakyat Miskin

Daksa Gamit yang kala itu sedang duduk bersamaan dengan satu kelompok perempuan yang lain di sekitar tempat toko herbal yang berwarna perak. Pada saat ditemui di daerahnya yaitu di Negara pada bagian Gujarat yang terletak di bagian timur laut Negara India, ia sedang membersihkan asparagus toko herbal untuk dijadikan sebagai salah satu bahan obat herbal yang sering ia buat. Gamit yang juga merupakan seorang ibu dari 2 orang anak yang masih belia itu mencampur berbagai macam bahan kecambah sebagai ramuan obat. Lalu ia memasukan ramuan yang ia buat tersebut kedalam sebuah teko untuk menjemurnya dibawah sinar matahari sebagai salah satu proses fermentasi ramuan obat tersebut. Salah satu ramuannya adalah jus coklat yang mengandung vitamin D dalam takaran yang cukup banyak. Jus coklat ini banyak mengandung hormon tanaman. Ramuan jus coklat toko herbal ini dapat digunakan sebagai obat yang dapat mengobati permasalahan kesehatan seperti kesuburan dan juga penyakit mata.

Bagi warga yang termasuk dalam suku Adivasi dan juga Gamit, mereka lebih sering menggunakan ramuan obat tradisional toko herbal untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Apalagi bagi warga Adivasi yang merupakan penduduk pertama yang menempati India, mereka telah berabad-abad memproduksi berbagai macam ramuan obat tradisional yang mereka percaya sangat bermanfaat bagi mereka tersebut. Sudah 9 tahun ini, Gamit selalu berjalan menyusuri desanya dan juga desa-desa lainnya untuk mencapai toko herbal di kota Unai. Selama seminggu sekali tersebut ia harus berjalan sepanjang 20 km dari desanya sampai kota Unai. Disana adalah tempat dimana ia beraktifitas dalam melakukan pekerjaannya melayani masyarakat. Gamit bekerja di sebuah toko herbal yang juga terdapat kilnik kesehatan didalamnya. Toko obat herbal dan juga klinik kesehatan tersebut bukan hanya dikelolah oleh Gamit sendirian namun tempat itu sudah dikelola oleh Kongregasi para Suster-Suster Karmel.

Suster Lissy yang juga merupakan bagian dari Kongregasi para Suster-Suster Karmel tersebut, ia sudah mempelajari berbagai ilmu kedokteran dan juga kesehatan selama beberapa tahun. Pada tahun 2003 lalu, ia sudah mulai mencoba untuk membagikan ilmu dan pengetahuan mengenai kesehatan yang telah ia dapatkan tersebut kepada masyarakat sekitar toko herbal. Bahkan Suster Lissy kini telah melakukan budidaya berbagai tanaman, salah satunya adalah tanaman lidah buaya. Biasanya ia akan membuat ramuan jus yang sangat kental dari daun tanaman lidah buaya yang dipercaya dapat memproduksi dan memperbaiki sel darah merah pada tubuh manusia yang mengkonsumsinya. Sebelumnya ia telah melakukan percobaan untuk menguji coba khasiat dari ramuan yang ia buat selama tiga bulan di toko herbal dan hasilnya ternyata sangat efektif untuk meningkatkan sel darah merah.

Oleh sebab itu, kini ramuan lidah buaya sendiri telah menjadi salah satu obat toko herbal andalan bagi masyarakat yang menderita penyakit anemia yang merupakan salah satu penyakit keturunan yang banyak diderita oleh warga Adivasi. Klinik kesehatan tersebut bukan hanya memberikan berbagai pelayanan kesehatan pada warga setempat namun juga memberikan kehidupan karena telah mempekerjakan banyak warga disana. Toko herbal tersebut telah menyedot 32 orang tenaga kerja yang terdiri dari 4 orang pekerja penuh waktu dan sisanya adalah pekerja paruh waktu. Upah yang mereka dapatkan sekitar 150 rupee setiap harinya. Gamit yang juga bekerja di toko herbal tersebut mengatakan bahwa pendapatan yang ia dapatkan setiap hari dari klinik itu sangat membantu perekonomian bagi dirinya dan juga keluarganya.

Sumber: http://indonesia.ucanews.com/2014/02/19/obat-herbal-biarawati-katolik-bawa-harapan-bagi-orang-miskin/

Posted in Berita and tagged , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *