Welcome, Guest. Please login or register.
February 08, 2012, 01:42:16 AM
Home | Help | Search | Calendar | Login | Register
News:

CyberGKI Forum  |  Kristen  |  Renungan  |  Topic: kotbah minggu, tgl 5 September 2010 « previous next »
Pages: [1] | Go Down Print
Author Topic: kotbah minggu, tgl 5 September 2010  (Read 787 times)
yusak santoso
gki sidoarjo jawa timur
Newbie
*
Offline

Posts: 6


View Profile
kotbah minggu, tgl 5 September 2010
« on: September 02, 2010, 06:34:45 PM »

[/center][u][/u]Memilih hidup.
[center]
Ul 30:15-40, Maz 1:1-6, Filimon 1-21, Luk 14:25-33.

Dalam sebuah reklame, ada ungkapan yang menarik : Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu sebuah pilihan. Artinya menjadi tua itu dapat terjadi dengan sendirinya, tanpa usaha dan tanpa upaya apapun kita akan tetap menjadi tua dengan sendirinya, tetapi menjadi dewasa itu harus diupayakan dan diperjuangkan dan tidak jarang kadang harus kita paksakan dengan sebuah pilihan yang kita ambil. Aku ingin menjadi dewasa, dan aku tidak ingin kekanak-kanakan terus. Aku ingin rumahku bersih, dan pilihan itu memaksa kita untuk menyapu dan mengepelnya. Aku ingin pandai, dan itu berarti harus memaksa aku untuk membuka buku membacanya dan membuat rangkuman-rangkuman dsb. dsb.  Karena itu kita dapat katakan  : Hidup ini sebuah pilihan dan bahkan banyak pilihan-pilihan yang harus kita ambil setiap hari, sederet pilihan yang menguras perhatian dan pikiran kita. Kadang pilihan itu sulit dan bahkan menyakitkan namun tetap kita harus ambil pilihan, kearah mana hidup ini akan kita bawa, kitalah yang harus menentukannya. Memang kita tidak dapat memilih orang tua yang melahirkan kita, kita tidak dapat memilih dari suku, golongan dan bangsa mana kita dilahirkan, tetapi siapapun juga kita dan dari mana latar-belakang kita, harus memilih dan menentukan hidup yang bagaimanakah yang kita inginkan. Seluruh bacaan kita hari ini berbicara tetang : memilih atau lebih tepat memilih hidup.   

Kitab ulangan, saat Musa sudah lanjut usia dalam pasal 29:2 – Musa memanggil seluruh orang Israel berkumpul, memberikan banyak nasehat-nasehat untuk umat Tuhan. Salah satu nasehatnya dalam bacaan kita Ul 30:15 – ingatlah, aku menghadapkan kepadamu hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan. Pilihlah Tuhan, berpegang pada perintahNya, menuruti jalan yang ditunjukkanNya maka kamu akan hidup dan diberkati oleh Tuhan. Tetapi apabila engkau memilih allah lain, maka pastilah kamu akan binasa dan tidak beruntung. Sebagai hamba Tuhan, hari ini sayapun bertanya kepada Bp/Ibu/Sdr semua : Tetap setia kepada Tuhan, atau tidak setia kepada Tuhan, sadarlah itu punya resikonya masing-masing. Kitab Mazmur mengajak umat untuk memilih Kebenaran atau kejahatan. Memilih kebenaran berarti berbahagia karena hidupnya pasti bermakna dan punya arah. Tetapi memilih kejahatan berarti hidup kita limbung tanpa arah seperti sekam yang ditiup angin dan pasti tidak akan tenang hidupnya. Dalam kitab Filemon, Paulus ketika dalam penjara, Onesimus sudah menerima Injil dan bertobat karena pembinaan Paulus dan sekarang Onesimus akan dibebaskan, Paulus minta kepada Filemon untuk menerima Onesimus, memberi pekerjaan, memberi kesempatan agar Onesimus dapat menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Dan Paulus memberi jaminan pasti Onesimus tidak akan mengecewakan. Wah kalau kita berani menerima narapidana yang sudah dibebaskan dan memperkerjakan serta mantan narapidana dapat memberi jaminan bahwa ia akan sungguh-sungguh bertobat dan berdedikasi dengan baik, pasti pilihan itu membanggakan dan menyenangkan. Yang agak aneh dalam kitab Lukas, ketika orang banyak berduyun-duyun mau mengikut Tuhan Yesus, Tuhan Yesus mengatakan : jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci Bapanya, ibunya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, dan bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu. Jangan ekstrim tentunya, karena kita mengikuti Tuhan Yesus, mari sekarang kita membenci mereka semua yang tidak percaya kepada Tuhan. Tentu tidak seperti itu, tetapi Tuhan mau menyadarkan kita bahwa mengikut Tuhan Yesus itu resiko dan konsekwensi berat. Tuhan Yesus katakan : harus pikul salib, harus menyangkal diri – tidak boleh mengumbar hawa nafsu, harus penuh perhitungan tidak boleh gegabah. Seperti Orang mau membangun rumah : harus memperhitungkan dengan matang anggarannya. Atau seperti Raja yang mau berperang memperhitungkan kekuatannya apakah mampu mengalahkannya atau tidak.

Hari ini Firman Tuhan menyadarkan kita semua tentang arti sebuah pilihan.
Suatu ketika istri John Maxwell (pembicara motivator top) Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang “kebahagiaan”. Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tibalah sesi tanya jawab. Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya : “ Miss Margareth, apakah suami anda membuat anda berbahagia ? “ Seluruh peserta langsung sunyi. Satu pertanyaan yang bagus. Margareth menjawab dengan tenang, Tidak suamiku Maxwell tidak membuatku bahagia. Seluruh mata langsung tertuju ke Maxwell, karena bukankah ia seorang motivator yang membuat semua orang bahagia, ternyata dengan istrinya sendiri tidak. Margaretha melanjutkan jawabannya : John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik sekali. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong, Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi tetap dia tidak bisa membuatku bahagia. Mengapa ? Karena tidak ada seorangpun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri. Tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, hobbimu. Semuanya itu tidak bisa membuatmu bahagia, Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri ! Kalau kamu merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan factor dari luar. Bahagia atau tidaknya hidup kita bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cakapnya suamimu, atau sesukses apa hidupmu. Bahagia adalah pilihanmu sendiri !. Memilih hidup bahagia berarti memilih Tuhan, taat pada kehendakNya, kata Kitab Ulangan. Sedang menurut Mazmur berarti kita harus memilih yang benar, jalan orang benar. Kata Tuhan Yesus : dalam memilih harus diperhitungkan dengan matang, sadar akan resiko dan konsekwensinya, supaya kita tidak kecewa dikemudian hari. Dan menurut Paulus kepada Filemon adalah pilihlah dengan hati yang penuh kasih, harus diperjuangkan dengan penuh dedikasi dan pengabdian diri : Supaya kita hidup bahagia. Amin.

Logged
Pages: [1] | Go Up Print 
CyberGKI Forum  |  Kristen  |  Renungan  |  Topic: kotbah minggu, tgl 5 September 2010 « previous next »
Jump to:  



Login with username, password and session length

Copyright 2006 - 2009 by Simple Machines LLC
Page created in 10.376 seconds with 17 queries.
http://www.gki.or.id/wap Penggunaan
RSS