Legiman Haryo Koesoemo
GKI Ambarawa
Newbie

Offline
Posts: 3
View Profile
|
“Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar muridKu.”
(Yohanes 8 : 31)
Shallom saudaraku, komunitasku kaum awam
Hidup tetap dalam firmanNya, artinya hidup dalam kebenaran Allah, melakukan kehendakNya dan meniru teladanNya.
Semua orang percaya, dipanggil untuk menjadi murid Kristus, yang wajib melaksanakan ajaran dan meniru teladanNya.
Namun begitu, masih ada saja, orang percaya yang mengidap penyakit enggan menerima panggilan melayani pekerjaan Tuhan dengan berbagai alasan.
Camkan ini
Dr. Dwight Stater, seorang pensiunan dokter misi mengisahkan pengalamannya ketika melayani di pedalaman Afrika. Ia melatih seorang penduduk asli namanya Kolo yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, untuk dijadikan murid, sekaligus kawan sekerjanya.
Dr. Dwight Stater mendidik Kolo tidak dengan teori kedokteran dan pengenalan nama-nama alat kedokteran tetapi dengan cara memberi teladan.
Cara itu dilakukan karena Dr. Dwight memahami kelemahan dan keterbatasan Kolo menyerap pelajaran teori.
Cara yang ditempuh oleh Dr. Dwight itu bukan hanya dapat membantu para murid untuk mudah memahami dan membentuk diri mencapai tujuan dan target yang diinginkan gurunya. Tetapi juga merupakan pelajaran yang amat berharga bagi para pemimpin gerejawi dalam melengkapi anggota jemaat. Sebab tidak jarang mereka membuat program jemaat, sebatas pada keinginan dengan metode sesuai cara mereka yang ideal. Bukan untuk menjawab kebutuhan anggoita jemat dengan metode yang cocok bagi para anggota jemaat.
Sebuah program A dengan cara penyampaian dengan metoda A akan dapat bertumbuh, bertambah dan berbuah di jemaat A.
Tetapi belum tentu program dan metoda tersebut akan membawa hasil yang sama bila di terapkan di jemaat B. Bahkan mungkin justru akan membuat keresahan dan kemunduran.Setiap jemaat punya karakteristik yang berbeda, untuk dapat tumbuh bertambah dan berbuah.
Tatkala Dr. Dwight Stater menjalani cuti pulang kampung, tugasnya digantikan oleh beberapa dokter dari Amerika Serikat.
Pada saat para dokter itu akan melakukan tindakan operasi terhadap seorang penderita mereka bimbang, ragu-ragu dan takut, disebabkan kondisi tempat dan peralatan yang tersedia, tidak memenuhi standar, sebagaimana teori yang pernah mereka pelajari di kampus.
Melihat gelagat sedemikian, Kolo langsung bertindak. Dia mengambil pisau, gunting, alat suntik, pembalut dan sebagainya. Dengan tenang dan cekatan dia lakukan operasi itu dan hasilnya penderita tertolong. Seandainya waktu itu Kolo ditanya, tentang metode operasi yang ia lakukan dan nama-nama peralatan medis yang dia pakai, pasti jawabnya “saya tidak tahu”
Tetapi kalau ditanya mengapa dia berani dan mau melakukan operasi itu, ia pasti menjawab “meniru teladan Dr. Dwight Stater, guru saya.”
Mengapa Kolo yang tidak berpendidikan, dapat melakukan pekerjaan dokter, mengoperasi penderita dengan hasil yang baik?
Sebab dia mau mengembangkan talenta dan mempergunakan karunia, yang Tuhan anugerahkan kepadanya, dengan cara meniru teladan gurunya, karena dia memiliki hati seorang murid.
Setiap orang percaya sebagai murid Kristus, bisa menjadi Kolo Kolo dimanapun Tuhan tempatkan dan sebagai apapun Tuhan pakai. Bila mau mengembangkan talenta dan mempergunakan karunia yang Tuhan anugerahkan padanya dengan cara meniru taladan Kristus sang Guru Agung dalam hal :
· Berpegang teguh pada Firman
Jawab Yesus kepadanya “Ada tertulis manusia hidup bukan dari roti saja.” (Lukas 4:4).
· Berserah pada kehendak Allah
Katanya “Ya Abba Ya Bapa tidak ada yang mustahil bagiMu, ambillah cawan ini dari padaku, tetapi janganlah apa yang aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” (Markus 14 : 36)
· Mengampuni
Yesus berkata “Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23 : 34)
· Mengasihi
Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata ”Apa yang kamu kehendaki supaya aku perbuat bagimu.” (Matius 20 : 32).
· Rendah hati
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubanNya. Ia mengambil kain lenan dan mengikatkannya pada pinggangNya. (Yohanes 13 : 4)
· Melayani
Kemudian ia menuang air ke dalam sebuah basi dan mulai membasuh kaki murid-muridnya lalu menyekanya dengan kain yang terikat di pinggangNya itu. (Yohanes 13 : 5)
· Berkorban
“Akulah gembala yang baik, gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yohanes 10 : 11).
· Mawas diri
“Barangsiapa diantara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melempar batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8 : 7b) Sebagai muridNya masih banyak teladan dan ajaran Kristus yang wajib kita tiru dan lakukan.
Kolo sudah melaksanakan ajaran dan meniru gurunya, mempergunakan karunia dan meniru teladan gurunya ( Dr. Dwight Stater ) karena dia memiliki hati seorang murid.
Bagaimana dengan kita ? Apakah sudah melaksanakan ajaran dan meniru teladan Tuhan Yesus ? bila sudah mari kita tingkatkan terus. Dan bila belum mulai dari sekarang selagi hari masih siang kita miliki hati seorang murid agar makin serupa dengan Dia.
Tuhan Memberkati
|