Author
|
Topic: ALLAH DI ANGAN-ANGAN (SEBUAH KESAKSIAN) (Read 1160 times)
|
Naomi HS
Barker Road Methodist Church Singapura
Jr. Member
 
Offline
Posts: 78
View Profile
|
Teo sangat gembira. Lima tahun sudah dia berhubungan dengan seorang gadis (Ira) lewat email. Dibayangkannya pertemuan pertama yang tidak disangka-sangkanya dahulu. Hanya gara-gara salah email, akhirnya mereka bisa berkenalan. Walaupun sebatas email, mereka bisa cocok. Ketika melewati masa-masa sulit di dalam study-nya, Ira selalu mempunyai ide yang bisa membuatnya bertahan, bahkan bersemangat. Demikian juga jika Ira mengeluh di saat mengalami beban, Teo selalu menemani dengan mengirimkan email-email yang menghibur dan menguatkan. Lima tahun sudah mereka berhubungan.
Teo gembira, sebab keinginannya untuk berjumpa dengan gadis pujaan hatinya tiba juga. Kebetulan dia ditugasi oleh perusahaannya untuk seminar di kota tempat Ira berada. Tak sabar menunggu hari keberangkatannya. Ira juga tidak kalah gembiranya. Teo sudah memberitahukan rencana itu kepadanya, sambil menyusun rencana-rencana yang indah setelah berjumpa nanti. Setelah pertemuan pertama tersebut, Teo akan segera menyampaikan keinginan hatinya dan melamar Ira.
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Di hari pertama seminar, Teo hampir tidak bisa fokus. Karena sudah membayangkan selesai seminar nanti, ia akan segera berkunjung ke rumah Ira. Selesai seminar, diapun ke sana.
Bahagianya hatinya ketika bertemu dengan Ira. Sempurna, pikirnya seperti apa yang selama ini dia lihat di dalam foto-fotonya. Sederhana, cantik, dan terang wajahnya. Dengan agak kikuk mereka bersalaman. Ira menarik tangan Leo untuk di ajak masuk ke ruang tamu. Teo pun mengungkapkan isi hatinya, betapa berartinya Ira bagi dirinya, menemaninya di saat study bahkan sampai bisa bekerja sekarang ini. Bagaimana dengan tanggapan Ira.
Dengan terbata-bata Ira juga mengatakan bahwa ia begitu bahagia mempunyai seorang yang bisa mengerti dirinya. Seseorang yang mau diajak sharing, dan mengasihinya. Belum selesai Ira berbicara, Teo tampak pucat wajahnya. Di dengarnya kalimat-kalimat yang keluar dari bibir Ira dengan seksama, bermimpikah aku? pikirnya. Ira berbicara dengan sangat sulit, seperti dipaksakan. Sedang kalimat yang keluarpun juga sulit dipahami. Mengapa dia seperti itu? pikir Teo. Ditanyakannya mengapa cara Ira berbicara demikian? Ira minta maaf jika selama ini dia tidak pernah menceritakan kondisinya yang sebenarnya. Ya, Ira ternyata gagu.
Pertemuan yang dibayangkan selama ini hancur sudah. Waktu yang berlalu terasa begitu lama. Dengan kecewa, pulanglah Teo akhirnya. Kandas sudah impian dan harapannya selama ini. Kandas sudah rencananya untuk melamar Ira, separoh jiwanya melayang entah kemana. Ira yang ditemuinya, tidak sama dengan Ira yang diangan-angannya, Ira yang menghiasi mimpinya selama ini.
~SEBUAH KESAKSIAN~
Peristiwa demikian seringkali menimpa manusia. Manusia membentuk sesuatu di dalam angan-angannya, dan sesuatu itu jika tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di depan mata, dia akan kecewa. Angan-angan itu bisa juga mengenai keberadaan Allah. Allah yang diciptakan oleh pikiran manusia adalah Allah yang Maha segalanya. Dan karena Allah itu Maha, otomatis tidak ada bayangan sedikitpun kalau Allah itu bisa hadir dengan sangat sederhana. Allah yang ada di angan-angannya, adalah Allah yang jauh. Meskipun manusia tidak pernah berjumpa atau mengenal-Nya, tapi dia sudah membentuk image Allah yang tidak dikenalnya itu di dalam hati dan pikirannya. Ini namanya memberhalakan Allah. Karena dia tidak pernah berjumpa dengan Allah, tetapi sudah mempunyai banyak kriteria bagaimana Allah itu di dalam hati dan pikirannya.
Pembantu saya, Solihah, ditemui Roh Kudus tujuh kali, berturut-turut dalam tujuh malam. Roh Kudus hanya mengatakan demikian "Yang kamu perlu hanya Injil"
Sekilas mengenai latar belakangnya, Solihah adalah orang yang hidupnya selalu mencari Allah. Sangat patuh, taat pada ajaran agamanya. Takut kepada Allahnya.
Dengan bersemangat dan percaya, dia mulai membuka Injil. Membayangkan akan bertemu dengan Allah yang selama ini ada di angan-angannya. Allah yang sudah dipelajarinya dari umur empat tahun. Allah yang selalu dirindukannya, di dalam sembahyangnya, di dalam bacaan kitab sucinya. Di dalam ayat-ayat doanya. Sekarang dia boleh menemuinya di Injil. Luar biasa...pikirnya... Kenapa tidak ada seorangpun yang memperkenalkan Injil padanya sebelumnya...?
Diapun mulai membaca. Tetapi dia tidak menemukan Allah yang ada diangan-angannya itu di Injil. Dia hanya menemukan kisah Yesus. Nabi Yesus. Kehidupan Yesus. Tidak ada keistimewaan apa-apa. Dia hanya seorang nabi seperti nabinya. Dia juga percaya itu utusan Allah. Tapi Allah sendiri mana? Mengapa tidak bisa ditemuinya?
Roh Kudus datang lagi, dan mengatakan "Itulah Aku!"
Siapa "Aku" itu...? pikirnya... Allahkah Engkau...?
"Itulah Aku!"
hah! apa hubungan Allah dengan Yesus? pikirnya... Ya saya percaya Yesus adalah utusanMu. Yesus adalah nabiMu...
"Nabi adalah Nabi. Aku, adalah Anak Allah"
Anak Allah? Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? haruskah aku menyembah Yesus yang adalah manusia? Meskipun dikatakan bahwa Anak Allah. Bukankah dia manusia yang bisa mati? Pasti bukan Allah sendiri. Tetapi mengapa Dia mengatakan "Itulah Aku"... Mengapa Dia mengatakan "Anak Allah" Bukankah Allah itu satu? Mengapa saya harus menyembah Yesus? Menyembah manusia? Menyembah utusanMu? Menyembah Anak Allah? Bukankah manusia harus menyembah Allah saja. Bukan Anak, apalagi manusia?
"Itulah Aku!"
Kiamat sudah baginya. Apakah aku ini sudah terlalu banyak berdosa ya Allah..? Sehingga Engkau memberikan kebingungan ini di dalam hatiku...? pikirnya... Bagaimana aku harus bersembahyang? Bagaimana aku harus berdoa? Di Injil tidak ada tuntunan doa apapun.
RK menuntun dia untuk berdoa Bapa Kami. (mengingat dia canggung untuk menyebut nama Yesus)
Ya Allah...jauhkanlah segala laknat itu kepada hambaMu....tetapi karena Engkau sudah berbicara, akan hamba turuti...
Tetapi setiap kali dia hendak menyebut nama Yesus, menolaklah hati dan pikirannya. Siapa Yesus? Sedangkan di dalam pikirannya...sudah terpatri mati, bahwa dia harus berdoa hanya kepada nama Allah. Jika tidak, berarti dia murtad! Dia sudah menduakan Allah. Sudah pasti dia akan dihukum dunia dan akhirat. Allah itu tidak bisa memperanak dan diperanak. Allah itu Esa.
---------------------------
Demikianlah kalau manusia sudah menciptakan gambaran Allah di dalam pikirannya. Allah yang sudah berkenan menghampirinya, memperkenalkan diri, tetapi tidak sesuai dengan Allah yang ada di angan-angannya selama ini. Sama sekali berbeda. Bukan Allah.
Allah yang sesungguhnya malah dicurigai sebagai "Allah" palsu. Karena sama sekali berbeda dengan ajaran yang selama ini diperolehnya. Dia bahkan tidak tahu kalau Allah itu "Roh" bahwa Allah itu bisa berwujud, bahwa Allah itu bisa menyertai manusia, bisa dekat-dekat dengannya.
Allah yang sesungguhnya, ternyata tidak sesuai dengan Allah di angan-angannya. Yaitu Allah yang nun jauh disana. Allah yang hanya bisa ditemui "nanti" jika manusia sudah melakukan semua hal yang diajarkan agama, harus memenuhi kewajiban atas nama agama. Allah yang sangat jauh dan sulit ditemui. Allah yang akan murka jika manusia tidak melakukan ini dan itu. Allah yang tidak mau berbicara langsung dengan umatNya. Ini adalah Allah di angan-angan manusia. Secara tidak sadar, manusia sudah memberhalakan Allah di alam pikiran dan hatinya. Hanya demi sebuah ajaran agama. Dia membentuk Allah di pikiran dan hatinya, sesosok Allah yang tidak pernah dilihatnya.
Semoga kita tidak sedang memberhalakan Allah di dalam pikiran kita. Karena "Allah adalah Allah". Tidak ada orang yang bisa membayangkan Allah jika Allah sendiri tidak datang kepadanya. Tidak ada yang bisa menggambarkan Allah bila Allah sendiri tidak menyertainya. "Allah adalah Allah". Bukan Allah di angan-angan. Kalau kita percaya bahwa Allah itu 'Maha' pastikan kita tidak kaget jika dia hadir dengan wujud apapun. Bukankah Allah itu Maha... mau berbentuk apapun itu adalah HakNya.
Firman itu sudah menjadi daging. Siapakah Firman itu? Apakah Firman itu ciptaan? Firman adalah kalimat Allah, perkataan Allah. Pikiran Allah yang diwujudkan. Jika Pikiran tidak diwujudkan, bagaimana orang bisa memahami apa yang ada di dalam pikiran Allah. Bagaimana manusia akan mengenaliNya?
Allah membenci berhala! Tentu Allah juga tidak ingin manusia buta sama sekali mengenai gambaran diriNya. Allah tidak ingin manusia memberhalakan Allah. Sehingga Allah memberikan pengertianNya kepada manusia siapa diriNya, Allah memperkenalkan diriNya, memberitahukan apakah keinginanNya dan kehendakNya.
Pikiran diwujudkan dengan dua hal, yaitu kata-kata dan tindakan. Allah, mewujudkan pikiran-Nya juga dalam dua hal juga; yaitu dalam kata-kataNya "FirmanNya" dan tindakanNya yaitu Roh Kudus. Perkataan Allah adalah Firman Allah. Pekerjaan Allah adalah Roh Kudus.
Segala sesuatu yang keluar dari pikiran Allah diwujudkan oleh Firman dan Roh Kudus. Inilah Tritunggal. Bukan ada tiga Allah, bukan ada Allah Bapa, Anak dan Ibu. Bukan semua itu! Hendaklah manusia mau merendahkan diri dan menerima apa yang sudah Allah berikan. Agar tidak tersesat jalannya. AMin.
Kenginan Allah adalah supaya manusia selamat Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." Lukas 15:7
Kehendak Allah adalah supaya manusia hidup kudus Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. Imamat 20:7
Firman itu adalah Allah. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Yohanes 1:1-5
Allah bekerja melalui Firman & Roh (Tritunggal) Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN. Yesaya 59:21
Allah adalah Kasih Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 1 Yoh 4:16
Allah adalah Juruselamat Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Yesaya 45:21
Yesus adalah Juruselamat Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Lukas 2:11 (kabar ini dibawakan oleh malaikat Tuhan kepada gembala-gembala)
Yesus adalah Jalan Keselamatan Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6
Tuhan Memberkati!
ctt: - Kejadian ini terjadi sekitar 2 bulanan yang lalu dan pimpinan Allah masih menyertai sampai saat ini.
Sekarang Solihah sudah percaya. Allah memberikan pengertian kepadanya, yaitu: - bahwa Allah sanggup melakukan segala perkara dengan segala cara. Allah adalah Allah. - Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16) - Allah menginginkan manusia untuk percaya kepadaNya (Allah Bapa); kepada FirmanNya yang sudah menjadi manusia (Anak Allah yaitu Yesus) dan kepada Roh-Nya (Roh Kudus yang terus bekerja sekarang ini) bukan kepada agama tertentu.
Kejadian yang dialami Solihah, banyak juga dialami oleh orang-orang lain, dengan cara dan pendekatan yang berbeda. Yang perlu diingat adalah, bahwa Allah mengasihi kita semua, manusia. Allah menggunakan segala macam cara untuk mendekati manusia agar mengenalNya dan untuk diselamatkanNya.
Segala kemuliaan hanya bagiNya. Amin.
-- regards, naomi
|
|
|
|
|
Logged
|
naomi
|
|
|
andreas bima
gki pakis raya
Newbie

Offline
Posts: 17
View Profile
|
Membaca artikel di atas, saya merasa "terganggu" dengan satu bagian yang disampaikan oleh penulis. Bukan pada keseluruhan substansi yang penulis sampaikan, atau pesan yang ingin disampaikannya. Kalau hal ini adalah hak penulis untuk menyampaikan pemahaman yang dimilikinya.
Bagian yang menimbulkan tanda tanya dan merisaukan saya adalah dalam pandangan negatif nya atas tindakan "memberhalakan Allah". Bagi awam tindakan memberhalakan yang dianggap melanggar adalah, contoh yang konvensional seperti patung, batu, gunung, sungai dan benda tak hidup lainnya, lebih lanjut diperluas dengan hal-hal yang lebih "abstrak" seperti uang (kekayaan), kekuasaan, karier, jabatan, kenikmatan hidup, bahkan Alkitab sekalipun (bibliolatri).
Tampaknya memang penulis perlu menjelaskan pengertiannya tentang kata "berhala" itu sendiri, untuk menyamakan persepsi dengan orang lain. Kata 'berhala' dalam pandangan saya bisa dipadankan dengan "ilah" ("i" dengan huruf kecil), yang dipuja (pujaan), yang disembah (sembahan). Sesuatu kata yang semestinya netral-netral saja, namun dalam konteks keKristenan sering dianggap negatif karena (kalau) dihubungkan dengan patung, uang, dll. Ternyata dalam bagian lain dari tulisannya, saya berhasil menemukan bahwa penulis mengartikan pengertian "memberhalakan" sebagai "membentuk image" (wah!). Bagi saya istilah " membentuk image" dapat dipadankan saja dengan "menciptakan kesan". Kalau tujuan penulis hanya hanya untuk memberi penjelasan tentang "menciptakan kesan sendiri tentang Allah" itu tak dibenarkan, mengapa harus menggunakan istilah "memberhalakan Allah"?
Bagi saya kata memberhalakan Allah itu bisa dipadankan dengan menyembah Allah, memuja Allah. Apa salahnya kita memuja Allah? Bahkan itu penting dan harus. Dalam bagian lain dari tulisannya, tertulis bahwa Allah membenci berhala. Saya sepakat, Allah memang membenci "berhala" , dalam pengertian Allah tak suka manusia memberhalakan, menyembah ilah-ilah lain di luar diriNya (Dasa Titah). Namun, kalau Allah tak suka manusia menyembah (dalam pandangan penulis memberhalakan) diri Allah sendiri, itu aneh!
Apakah ini masalah bahasa semata? Shalom!
andreas
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
Naomi HS
Barker Road Methodist Church Singapura
Jr. Member
 
Offline
Posts: 78
View Profile
|
Shalom...
maaf ya kalau malahan membingungkan. Maksud saya demikian...
makna berhala dari alkitab: Kol. 3:5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
Dari sini kita mengetahui bahwa berhala, adalah segala sesuatu yang menyita fokus kita, lebih daripada kepada "Allah". Kita "tidak sadar" bahwa kecintaan kita akan sesuatu misalnya, lebih menyita perhatian kita daripada Allah, meskipun itu cinta yang berlebihan kepada anak kita sendiripun, misalnya dengan terlalu mengkuatirkannya dll sehingga mengorbankan waktu yang sesungguhnya untuk Allah, bisa di anggap sebagai memberhalakan.
Sedang di dalam kesaksian saya di atas, saya menekankan pentingnya pengenalan kepada "Allah" demi menghindari 'pemberhalaan'. Kasus ini tentu saja berlaku demikian; justru karena tidak mengenal "Allah", maka bahayanya seperti memberhalakan. Sadarkah si pelaku? Tentu saja dia tidak sadar akan hal itu, karena dia memang tidak tahu. Jadi bukan berarti si pelaku berniat menciptakan 'image'...
(Penekanan tanda kutip pada kata Allah, saya maksudkan adalah Allah yang sesungguhnya.) Allah yang mana? Ya Allah yang benar. Allah yang sudah memperkenalkan dirinya melalui Abraham, Ishak dan Yakub, Allah bangsa Israel, Allah yang mengutus Yesus Kristus ke dalam dunia. Inilah Allah yang benar. Di luar itu, pastikan bukan Allah. Dan berhati-hatilah agar tidak terjebak dalam memberhalakan.
Pengenalan akan Allah itupun sudah disediakan oleh Allah sendiri, atas inisiatif Allah sendiri.
1 Yoh. 5:19-21 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
Tugas pengikut Kristus, adalah memberikan pengenalan Allah yang benar kepada orang-orang yang belum mengerti ini. Semoga bisa dipahami.
-sekedar sharing- saya menemui beberapa orang yang tidak mau menerima Injil, karena mereka merasa bahwa Allah itu melihat kepada orang-orang yang percaya kepadaNya. (pasif) Cukup dengan percaya akan adanya Allah saja.
Jadi jika dipanjangkan...akan kembali lagi... Allah yang manakah itu? Benarkah keselamatan diperoleh cukup dengan percaya bahwa Allah itu ada?
Regards, naomi
|
|
|
|
|
Logged
|
naomi
|
|
|
|
|