Welcome, Guest. Please login or register.
February 08, 2012, 02:49:42 AM
Home | Help | Search | Calendar | Login | Register
News:

CyberGKI Forum  |  Kristen  |  Kesaksian  |  Topic: semiotika sebuah zaman « previous next »
Pages: [1] | Go Down Print
Author Topic: semiotika sebuah zaman  (Read 2067 times)
ab
Guest


Email
semiotika sebuah zaman
« on: December 08, 2009, 06:06:03 PM »

KETIKA SEORANG TIONGHOA MENGGANTI AGAMANYA   


Ketika seorang Tionghoa mengganti agama leluhurnya dengan salib dalam genggaman,
telah dihitungnya semua konsekuensi dan resiko.
Curahan air mata, terpaan sumpah serapah papah-mamah, konflik dan perpisahan. “Ke mana nanti abuku kau simpan?!”
Tengoklah itu semua, di Batavia, di Jatibarang, di Cirebon, di Surabaya, di Malang, tunas-tunas Kie Tok Kauw Hwee.

Tujuhpuluh tahun lebih kemudian, ketika zaman berganti.
Keturunannya dipikat-pikat sang boksu modern, mencobai praktik-praktik agama lamanya, dengan sebuah dalih berbalut indah busana bernama ‘teologi kontekstual’.
Oh, hormatilah air mata leluhurnya …, hormatilah bilur-bilur di tubuh kongco nya …!

Sementara sang kontekstual bergelar ‘semadi’, berdandan cantik dalam ruang hotel-hotel mewah, pusat perbelanjaan berAC, bersanding mesra dengan fitness, massage, lulur dan spa.
Sang semadi jadi gaya hidup! Sang semadi jadi budaya pop!, budaya instan  yang mudah nian tergerus waktu.

Itukah arus zaman? (posmo kah engkau?)

Jakarta, delapan desember 2009
ab
« Last Edit: December 10, 2009, 10:27:56 PM by andreas bima » Logged
Pages: [1] | Go Up Print 
CyberGKI Forum  |  Kristen  |  Kesaksian  |  Topic: semiotika sebuah zaman « previous next »
Jump to:  



Login with username, password and session length

Copyright 2006 - 2009 by Simple Machines LLC
Page created in 10.321 seconds with 17 queries.
http://www.gki.or.id/wap Penggunaan
RSS