Welcome, Guest. Please login or register.
May 22, 2012, 10:04:30 PM
Home | Help | Search | Calendar | Login | Register
News:

CyberGKI Forum  |  Kristen  |  Renungan  |  Topic: Renungan Tgl. 21 Januari 2007 « previous next »
Pages: [1] | Go Down Print
Author Topic: Renungan Tgl. 21 Januari 2007  (Read 1380 times)
Pdt. Yohanes Bambang Mulyono
Administrator
GKI PERNIAGAAN JAKARTA
Full Member
*****
Offline

Posts: 247


Pdt. Yohanes Bambang Mulyono


View Profile WWW
Renungan Tgl. 21 Januari 2007
« on: January 18, 2007, 06:34:45 PM »

BELAJAR SELALU MERENUNGKAN
DAN MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN
Neh. 8:1-10, Mzm. 19, I Kor. 12:12-31, Luk. 4:14-21


   Bagi orang beriman, firman Tuhan selalu menempati tempat yang sangat utama dalam kehidupan mereka.  Pemazmur mengungkapkan: “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya” (Mzm. 19:8-9). Sehingga tidak mengherankan jikalau umat Israel setelah kembali dari pembuangan di Babel, mereka berkumpul untuk mendengarkan pembacaan hukum Taurat. Di Neh. 8:3 disebutkan Ezra membacakan firman Tuhan kepada umat Israel, yaitu laki-laki dan perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. Mereka tidak terlebih dahulu mengadakan pesta untuk merayakan peristiwa sukacita karena telah kembali umat dari pembuangan. Tetapi yang dilakukan oleh umat Israel adalah terlebih dahulu mereka menyatukan diri untuk belajar merenungkan dan mengerti firman Tuhan.

   Di Nehemia. 8:4 disebutkan bahwa Ezra membacakan firman Tuhan tersebut di depan pintu Gerbang Air dari pagi sampai tengah hari.  Pembacaan Alkitab tersebut secara bersengaja dilaksanakan di depan pintu Gerbang Air, yang juga tempat itu diberi predikat sebagai: “the glory of the city”. Yang mana air bermakna sebagai sumber kehidupan, sehingga firman Tuhan dimaknai pula sebagai sumber kehidupan bagi umat percaya. Yang menarik pembacaan Alkitab tersebut dibacakan oleh Ezra dari pagi sampai tengah hari. Jadi pembacaan Alkitab dan uraiannya hampir mencapai 6 jam! Umat Israel tetap bertahan mendengar pembacaan firman Tuhan sekian lama karena mereka haus akan firman Tuhan tersebut. Bandingkan dengan Mzm. 42:2 yang berkata: “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah”. Jika demikian, seharusnya kita selaku umat percaya juga memiliki sikap yang selalu haus akan firman Tuhan. Firman Tuhan tersebut bukan hanya kita baca hanya dalam kebaktian hari Minggu, tetapi seharusnya kita baca setiap hari. Ada beberapa orang mengeluh, karena pembacaan Alkitab di kebaktian GKI kog sekarang lebih panjang sampai 4 pembacaan. Sangat menyedihkan, kita yang mengklaim Alkitab adalah firman Tuhan justru berkeluh-kesah dengan tambahan beberapa pembacaan Alkitab. Kalau kita selalu haus akan firman Tuhan, justru penambahan pembacaan Alkitab tersebut justru membawa rasa sukacita.

   Pada satu sisi kita dapat melihat umat Israel sebagai umat yang selalu haus untuk mendengarkan firman Tuhan, tetapi pada sisi lain kita juga dapat melihat mereka seringkali menjadi umat yang cenderung mengeraskan hati. Itu sebabnya umat Israel sering gagal untuk menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan. Tampaknya mereka hanya gemar “mendengar” (to hear), tetapi mereka gagal untuk belajar “mendengarkan” (to listen) firman Tuhan. Sehingga ketika Tuhan Yesus menyatakan: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Luk. 4:21), mereka menunjukkan sikap penolakan untuk mengakui Yesus sebagai penggenap nubuat nabi Yesaya. Di Luk. 4:29 disebutkan lalu mereka bangun, menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke terbing gunung dengan tujuan untuk membunuh Dia. Sebenarnya keadaan rohani umat Israel dalam kenyataan hidup sehari-hari  tidak berbeda dengan sikap hidup kita sendiri. Pada satu pihak kita menampakkan sikap yang  sangat rohani dan haus untuk mendengar firman Tuhan, tetapi sikap dan perbuatan hidup kita justru bertolak-belakang dari kehendak Tuhan. Apabila firman Tuhan yang kita dengar kudus dan benar adanya, tetapi kita sering mengeluarkan perkataan yang penuh dengan kesombongan, menyebarkan kebencian, memberi stigma negatif terhadap diri seseorang, dan merendahkan sesama yang kita anggap lemah.

   Rasul Paulus memberi nasihat: “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh” (I Kor. 12:13). Apabila kita menyadari bahwa setiap diri kita merupakan satu tubuh di dalam Kristus, maka seharusnya kita  menghormati setiap orang. Bahkan kita wajib memberi penghormatan khusus kepada sesama yang kita anggap kurang “penting”. Di I Kor. 12:23, rasul Paulus berkata: “Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus” . Tidaklah cukup bagi kita hanya sebagai pendengar firman Tuhan yang saleh, tetapi lebih dari pada itu kita dituntut untuk menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan yang setia dengan memberlakukan kasih Tuhan secara nyata kepada orang-orang yang berada di sekitar kita.

   Manakala perkataan dan perbuatan kita bertentangan dengan firman Tuhan, walaupun kita selalu merasa haus akan firman Tuhan sesungguhnya kehidupan kita belum sepenuhnya dikuasai oleh firman Tuhan. Nilai-nilai kebenaran firman Tuhan tersebut belum diserap di dalam roh dan jiwa kita, sebab kehidupan kita masih dipenuhi oleh nilai-nilai yang duniawi. Untuk melihat apakah kita telah menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan, dapat dillihat seberapa besar nilai-nilai firman Tuhan tersebut kita nyatakan dalam perkataan dan perbuatan kita. Semakin perkataan dan perbuatan kita menghasilkan kebenaran, keadilan dan damai-sejahtera maka kerohanian kita tersebut dapat menjadi suatu cermin bahwa hidup kita makin dipenuhi oleh kebenaran firman Tuhan. Jika demikian, di manakah kita berada? Apakah kita selaku jemaat Tuhan hanya sebagai pendengar yang haus akan firman Tuhan, ataukah juga kita menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan? Amin

Pdt. Yohanes Bambang Mulyono
Logged
Pages: [1] | Go Up Print 
CyberGKI Forum  |  Kristen  |  Renungan  |  Topic: Renungan Tgl. 21 Januari 2007 « previous next »
Jump to:  



Login with username, password and session length

Copyright 2006 - 2009 by Simple Machines LLC
Page created in 0.808 seconds with 17 queries.
http://www.gki.or.id/wap Penggunaan
RSS