Pdt. Yohanes Bambang Mulyono
Administrator
GKI PERNIAGAAN JAKARTA
Full Member
    
Offline
Posts: 247
Pdt. Yohanes Bambang Mulyono
View Profile
WWW
|
PELAYANAN DI KEPULAUAN RIAU Oleh: Pdt. Yohanes Bambang Mulyono
Komposisi Tim Secara rutin GKI Perniagaan dan GKI Gading Serpong melakukan pelayanan di kepulauan Riau. Kali ini saya mendapat kesempatan untuk memimpin Kebaktian Kebangunan Rohani , pelayanan sakramen Perjamuan Kudus dan perlawatan pastoral di berbagai tempat. Kami berangkat dari Jakarta tanggal 13 April dengan pesawat Sriwijaya Air. Tim dari GKI Perniagaan adalah: Pdt. Yohanes B. Mulyono, Telly Dadoali, Budiman Widjaja, Thomas S. Kuncoro, dan Swie Ing. Sedang tim dari GKI Gading Serpong adalah: dr. Prapto Hadi (tenaga medis), dan ibu Ellya/Neneng. Ketika kami tiba di Jambi, kami telah dijemput oleh tim dari Gereja Kristen Protestan Jambi yaitu: Hakuan Kurniawan, Hardy Suritwan, Supriady, Pang Tono (mantan jemaat GKI Perniagaan), Steven dan Edi Krismanto. Mereka menjadi satu tim yang akan melayani mulai tanggal 13 – 19 April 2007 bersama dengan Pdt. Anugrah sebagai koordinator pelayanan jemaat di POUK kepulauan Riau.
Lingkup Wilayah Pelayanan Pelayanan di kepulauan Riau sebenarnya meliputi wilayah yang sangat luas. Menurut informasi terdapat 20 lokasi pelayanan yang terbentang luas dan tidak mudah untuk dijangkau. Lokasi-lokasi jemaat tersebut umumnya disebut dengan nama: POUK (Persekutuan Oikumene Umat Kristen). Tapi kali ini lingkup wilayah pelayanan dibatasi pada beberapa POUK, yaitu: - Kuala Enok - MGI (Multi Gambut Indah) Simpang Kanan - Tembilahan - Sebekek - GHS (Gambut Harapan Sentosa) I - Guntung - Batam
Gambaran Umum Keadaan Jemaat
Anggota jemaat di kepulauan Riau kebanyakan berlatar-belakang para transmigran dari Sumatra Utara, kecuali Sebekek yang merupakan penduduk asli. Karena keadaan perekonomian dan kesulitan hidup mereka memilih untuk bertransmigrasi di kepulauan Riau sebagai pemetik dan pengelola proses pembuatan kelapa sawit. Upah yang mereka terima umumnya sangat minim dengan keadaan kesehatan yang umumnya kurang baik karena mereka harus minum air gambut yang berwarna coklat atau mereka terpaksa minum air hujan, sehingga gigi mereka mudah keropos. Padahal di sana tidak ada balai pengobatan medis yang memadai, sehingga manakala mereka sakit mereka tidak dapat memperoleh perawatan medis yang seharusnya. Tim pelayanan Pekabaran Injil di kepulauan Riau juga harus mandi air gambut, tapi mereka masih beruntung karena dapat memiliki air minum mineral sebelum tiba di lokasi.
Untuk menuju gedung gereja, mereka harus mengeluarkan biaya transportasi dengan perahu karena sungai menjadi jalan umum. Lokasi rumah dengan gereja umumnya berjauhan, sehingga mereka harus mengeluarkan ongkos ekstra. Padahal mereka umumnya membawa anak dan istri ke gereja. Namun yang mengharukan adalah semangat mereka untuk beribadah dan mempermuliakan nama Tuhan. Mereka menunjukkan hati yang begitu mengasihi dan setia kepada Tuhan walaupun dalam kenyataan hidup mereka seringkali ditekan secara ekonomis dan dibujuk untuk pindah agama. Dalam hal ini tim pelayanan dari Komisi Pekabaran Injil dapat merasakan betapa baik dan ramahnya para anggota jemaat dalam menyambut kami. Walaupun mereka hidup serba kekurangan dan miskin, tetapi mereka ingin memberikan yang terbaik kepada 13 orang dari tim pelayanan kita.
Bentuk-Bentuk Pelayanan
Selama ini pelayanan Pekabaran Injil di kepulauan Riau merupakan pelayanan dalam bentuk Kebaktian Kebangunan Rohani, pelayanan medis, dan acara pembinaan untuk pemimpin acara (MC), atau pelatihan guru Sekolah Minggu. Saat melakukan pelayanan di sana muncullah beberapa gagasan dari Tim, yaitu: a. Perlunya program pemberdayaan anggota jemaat secara ekonomis, dengan cara: memberi pelatihan kepada mereka untuk membuat kerajinan dari sabut kelapa dan tanaman enceng gondok, sehingga mereka mendapat penambahan penghasilan. b. Perlunya dibentuk jaringan kerja sehingga mereka dapat memasarkan hasil-hasil kerajinan tangan tersebut, sehingga mereka terlindung dari para tengkulak. c. Pembinaan kesehatan agar mereka mampu menerapkan pola hidup sehat di tengah-tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung. d. Dukungan finansial dari gereja-gereja pendukung, sehingga lokasi-lokasi POUK yang tersebar dan terpencil itu dapat diberdayakan secara ekonomis.
Jaringan Kerja-Sama
Jemaat GKI Perniagaan dapat disebut sebagai pelopor dalam pelayanan ke Riau. Kemudian berhasil mengajak GKI Gading Serpong sebagai mitra pelayanan. Kini jemaat Gereja Kristen Protestan Jambi bersedia untuk ambil bagian dalam pelayanan ke kepulauan Riau. Kemudian yang tidak terduga, kita dapat mengajak pula GKI Batam untuk ambil bagian dalam pelayanan selanjutnya. Dalam hal ini kita juga sedang menjajagi kemungkinan GKI Batam dari klasis Priangan dan Gereja Batok di Singapura bersedia ambil bagian. Dalam hal ini kami selaku Tim Pelayanan Pekabaran Injil di Riau telah melihat campur-tangan Tuhan yang begitu indah dan luar-biasa. Idealnya bila terdapat 20 lokasi jemaat POUK, sehingga seharusnya pelayanan di kepulauan Riau sampai Batam didukung oleh 20 jemaat/gereja. Dukungan yang lebih besar, tepat guna dan terpadu akan memampukan para anggota jemaat di kepulauan Riau untuk mengembangkan diri selaku jemaat Tuhan yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan kabar baik, yaitu Injil Yesus Kristus yang menyelamatkan.
Kesan
Saya sangat terkesan dengan anggota tim yang terbentuk. Mereka sangat kompak dan solid. Sepanjang pelayanan 6 hari penuh senantiasa diwarnai oleh kegembiraan dan dukungan spirit sehingga segala kesulitan di perjalanan, makanan, air minum, tempat mandi dan WC, tempat penginapan yang serba darurat serta kelelahan fisik tidak terasa. Kita semua datang dan melayani di kepulauan Riau pada hakikatnya untuk membawa berkat, tetapi sesungguhnya Tim yang terdiri 13 orang dan ditambah dengan Pdt. Anugrah bersama timnya juga diberkati oleh Tuhan. Kita doakan agar anggota jemaat kita makin mampu mewujudkan secara nyata makna dari: “Menjadi Jemaat Yang Missioner”. Untuk itu mari kita dukung dengan doa dan hati yang lebih mengasihi kepada Tuhan.
|