GKI Coyudan Surakarta
|
SEJARAH SINGKAT GKI COYUDAN SURAKARTA Deputat penting dan mendadak yang dibentuk sebagai hasil Persidangan VIII Klasis Yogya di Magelang, pada tanggal 11-14 Maret 1947, berhasil meminta KTKH Solo untuk mengesahkan sekelompok anggota jemaat, sebagai akibat konflik 'gelas besar dan gelas kecil perjamuan kudus', di Jayengan sebagai cabang jemaatnya. Mereka berkebaktian di pabrik tenun milik keluarga Tan Ing Tjong, setelah sebelumnya meminjam gedung gereja GKJ Joyodingratan. Selanjutnya pada tanggal 24 Agustus 1948 jemaat ini didewasakan dengan nama 'Tjong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Solo' dan pada tanggal 11 November 1954 berkebaktian di gedung gereja yang baru di Jl. Coyudan 105, Solo. Gedung gereja tersebut dan pastori di sampingnya merupakan persembahan dari keluarga Jo Kiem Hok. Seiring dengan keputusan Persidangan VI Sinode Gereja-gereja Kristen Tionghoa di Purwokerto pada tahun 1956, diubahlah nama THKTKH Solo menjadi 'GKI Coyudan Solo'. Adapun susunan Majelis Jemaat yang pertama adalah Pnt. Jo Kiem Hok, Pnt. Tjioe Boen Jang, Pnt. Oei Goen Jang, Dk. Tjoa Tjing Hwie dan Dk. Tjoa Soen An dengan konsulennya Pdt. The Tjiauw Bian (Johanes Purwosuwito). Guru Injil Tan Hok Sing (S. Tandiowidagdo), yang dipanggil dari THKTKH Yogyakarta baru berada di tengah jemaat tersebut pada bulan November 1950 dan ditahbiskan menjadi pendetanya pada tanggal 27 Juni 1951. Selanjutnya inilah daftar nama para pengerja yang melayani GKI Coyudan dan cabang-cabangnya: Sdr. Nio Djoen Tjwan (ayahanda Pdt. Yohanes Dharmawan, 31 Maret 1957 dan wafat Agustus 1957), Sdr. Liem Djiet Go (Daud Adiprasetya, 1 Oktober 1963-1 Januari 1965), Sdri. Juli Paila (1 Desember 1964-1 Februari 1968), Sdri. Jusnita Puspasari (1 Agustus 1971-3 Februari 1973), Sdr. Henky Suryantio (1 Februari 1976-1 Oktober 1984), Sdr. Timotius Istanto (Sorogenen, 15 April 1973-20 Juni 1977), Sdr. M.W. Wyanto (1 Maret 1974-1 Februari 1976), Sdr. Andreas Agus Susanto (masaran, 18 Maret 1977-1 Desember 1980), Sdri. Esther E. Windiastuti (Kartasura, 1 tahun), Sdr. Musa Suryadi (Sorogenen, 1 Februari 1981-3 Desember 1983), Sdr. Eddy Ridwanto (Masaran, 15 Mei 1982-31 Oktober 1987), Sdr. Budi S. Marsudi (Kabangan, 1985-1987), Sdr. John Then (Kartasura, 1 Februari 1979-5 Maret 1982). Sehubungan dengan perbedaan pemahaman yang tajam antara Pdt. Henky Suryantio (yang ditahbiskan pada tanggal 17 Maret 1981) dengan Majelis Jemaat, hal itu mendorong Klasis Yogya beberapa kali bersidang, yang berakhir dengan pengunduran dirinya dari GKI Coyudan. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah anggota jemaat ikut berpindah gereja. Selanjutnya Pdt. Daud Adiprasetya (Liem Djiet Go) per tanggal 3 September 1985 kembali ke GKI Coyudan, setelah berpindah-pindah ke Ambarawa, Madiun, Malang, Ngupasan Yogyakarta, hingga memasuki masa emeritasi pada tanggal 26 Januari 1999. Pada periode itu, GKI Coyudan belum mempunyai pendeta lagi sejak emeritasinya Pdt. S. Tandiowidagdo (30 Desember 1991, wafat 3 Desember 1993) dan pengunduran diri Pdt. Henky Suryantio (1 Oktober 1984). Kemudian, Sdr. Lanny Sri Mariani dipanggil pada tanggal 8 Mei 1988 dan ditahbiskan menjadi pendeta jemaat pada tanggal 31 Juli 1990, sementara Pdt. Anthon Y. Karundeng dipanggil dari GPIB Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 1 Desember 1993 dan diteguhkan pada tanggal 14 Februari 1995. Berikutnya pelayanan peberitaan Injil tetap menyemangati kehidupan jemaat, bahkan jemaat ini berhasil mendewasakan bajem-bajemnya, yakni : GKI Sorogenen (mulai 3 Januari 1971 dan didewasakan 30 Mei 1978), GKI Kartasura (mulai akhir 1954 dan didewasakan 5 Maret 1982), GKI Masaran (mulai medio 1956 dan didewasakan 4 April 1991), GKI Nusukan (mulai 3 Maret 1963, sebagai buah kerja sama GKI Sangkrah dan didewasakan 1 Maret 1983), GKI Kabangan (mulai 20 Januari 1980 dan didewasakan 6 Juni 1994). Sementara itu, pos-pos PI yang belum didewasakan adalah Joyotakan, Baturan Indah, Mojosongo (proyek kerja sama 3 GKI di Solo) dan pos di Mertodranan, yang dihentikan karena ada keberatan masyarakat sekitarnya. Pelayanan GKI Coyudan yang lain adalah di bidang kesehatan untuk umum dan jemaat, yang bertempat di lingkungan kompleks gereja setiap Selasa sore dan pendidikan khususnya Taman kanak-kanak, yang dikelola oleh bidang Diakonia, yang diselenggarakan di Joyotakan. Tentu saja, ada pelayanan yang telah berkembang jauh dan kukuh melembaga yakni YBKS yang didirikan pada tahun 1974 oleh GKI Coyudan, Sangkrah dan Nusukan. |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kembali ke halaman utama Jemaat GKI... | Kembali... |





