GKI Perniagaan

SEJARAH SINGKAT GEREJA GKI PERNIAGAAN - JAKARTA

Gereja Kristen Indonesia Perniagaan Jakarta yang juga dikenal dengan nama gereja "Salib Tiga". Menurut catatan sejarah ternyata GKI Perniagaan salah satu gereja yang tertua di Jakarta. Sebenarnya dahulu GKI Perniagaan menyebut dirinya sebagai gereja: "Tiong Hoa Kie Tok Kauw Tong". Atau masyarakat pada zaman dahulu juga menyebut sebagai "Gereja Patekoan" karena letak tempatnya di Jl. Patekoan (sekarang Jl. Perniagaan). Menurut catatan seorang ahli sejarah gereja dan sekaligus seorang Pastor yaitu A. Heuken SJ, GKI Perniagaan telah dirintis sejak tahun 1868 yang waktu itu telah dimulai di Jl. Pagerman (dekat Jl. Kopi) oleh seorang penginjil yang bernama Gan Kwee. Penginjil Gan Kwee sebenarnya berasal dari Amoy (Xianmen), Tiongkok (lihat: A. Heuken, SJ, "Gereja-Gereja Tua di Jakarta", Penerbit Cipta Loka Caraka). Salah satu hasil pelayanan penginjil Gan Kwee di kota Batavia (sekarang Jakarta) adalah membawa 17 orang kepada Kristus, dan mereka kemudian dibaptis oleh seorang pendeta Belanda yang bernama Ds. de Gaay Fortman. Ketujuh belas orang inilah yang kelak menjadi inti atau cikal bakal "jemaat Patekoan" (GKI Perniagaan dan GKI Samanhudi). Selain penginjil Gan Kwee, dapat disebut pula Meester F.L. Anthing (1820-1883) yang memiliki visi penginjilan yang luar-biasa. Padahal Mr. Anthing sebenarnya bukanlah seorang pendeta atau penginjil. Dia semula berjabatan sebagai Ketua Muda Pengadilan Tinggi di Semarang. Namun karena kuasa kasih Kristus, dia lebih mencurahkan segenap tenaganya untuk pelayanan Tuhan dalam bentuk pekabaran Injil. Sesudah pensiun pada tahun 1867, Mr. Anthing memperkenalkan Injil Kristus kepada banyak orang Tionghoa sehingga ia telah ikut berperan bersama penginjil Gan Kwee mengembangkan jemaat Patekoan (GKI Perniagaan dan GKI Samanhudi). Di sini kita lihat bahwa Mr. F.L. Anthing yang walaupun seorang awam, tetapi dia memiliki semangat, dedikasi dan visi pelayanan yang jauh ke depan untuk memberitakan Injil di antara orang Tionghoa. Menurut catatan sejarah Mr. F.l. Anthing juga peduli dan memberitakan Injil kepada orang Sunda, sehingga dari pelayanannya kelak menghasilkan orang-orang percaya yang kelak bernama jemaat Gereja Kristen Pasundan. Tidaklah berlebihan bahwa Mr. F.L. Anthing layak disebut sebagai "rasul bagi gereja Tionghoa di Indonesia dan gereja Sunda" di kota Batavia.

Jemaat GKI Perniagaan pada waktu awal pembentukannya masih berpindah-pindah tempat kebaktian, karena mereka belum memiliki tempat kebaktian yang tetap. Salah satu tempat yang sering dipakai adalah rumah keluarga Gouw Ko (ayah Pdt. Gouw Khiam Kiet atau kakek ibu Pnt. Sulistyani Gunawan) di Jalan Angke. Jadi pada masa pembentukannya jemaat Patekoan (GKI Perniagaan) dimulai dari kebaktian rumah tangga. Ternyata Tuhan memberkati persekutuan jemaat yang berkumpul di daerah Angke, sehingga mulai banyak orang-orang Tionghoa yang mau percaya kepada Tuhan Yesus. Dapat dicatat bahwa seorang Pendeta Belanda, yaitu Ds. P.B. Haag dari "Het Java Committee" pernah ditugaskan di Gereja Patekoan yang baru tumbuh itu. Pada tahun 1884, tergeraklah hati keluarga Gouw Ko untuk menghibahkan 4 rumahnya di Jalan Patekoan 1, yang kelak menjadi gedung gereja GKI Perniagaan sekarang. Pemerintah Hindia Belanda akhirnya memberi status kepada jemaat tersebut pada tahun 1899 dengan nama: "Evangelische Chineesche Gemeente tot Uitbreiding van Gods Koninkrijk". Antara tahun 1891-1902 jemaat Patekoan dilayani oleh Ds. G.A.W Geissler yang diutus oleh "Het Java Committee". Ia dibantu oleh Ny. Senn van Basel dan Nn. Baltin yang melayani secara khusus kaum wanita.

Gouw Ko sering mewakili penginjil Gan Kwee, apabila beliau berkeliling pulau Jawa untuk memberitakan Injil. Tahun 1899 penginjil Gan Kwee tiba kembali di Jakarta setelah dia pergi dari tugasnya memberitakan Injil di pulau Jawa. Beliau tinggal di rumah keluarga Gouw Ko sampai meninggal dunia tanggal 22 Juni 1901. Jadi penginjil Gan Kwee telah melayani Tuhan selama 45 tahun sejak datang ke Batavia tahun 1856. Sedang Gouw Ko dipanggil Tuhan pada tanggal 22 Pebruari 1938.

Selama itu pertumbuhan jemaat Patekoan tidak terlalu signifikan. Calon anggota jemaat yang dibaptiskan hanya sekitar 10 orang setiap tahun. Tetapi tahun 1939 datanglah penginjil Dr. John Sung dari daratan Cina. Ia mengadakan kebaktian Kebangunan Rohani selama 3 hari di Gereja Sion (sekarang di Jl. Pangeran Jayakarta). Waktu itu banyak sekali orang bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru-selamatnya. Pengaruh dari penginjilan Dr. John Sung tersebut adalah sejak itu jemaat Patekoan dapat membaptis sampai 150 orang! Sehingga mulai tahun 1939 jemaat Patekoan dapat membuka pos-pos Pekabaran Injil di Cilegon, Tangerang, Bogor dan Karawang. Karena tahun 1940 jemaat makin bertambah banyak, maka kemudian dibentuk: "Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee" dengan Khoe Hwee Jawa Barat sebagai gereja yang berdiri sendiri. Namun sayang, waktu Jepang mendarat di Jawa tahun 1942, jemaat-jemaat di Cilegon, Tangerang, Bogor dan Karawang mengalami kerusakan jalan sehingga pelayanan di jemaat-jemaat tersebut terputus. Efeknya jemaat-jemaat yang mulai terbentuk itu tidak dapat terlayani dengan baik, sehingga jemaat Patekoan tidak dapat mengembangkan bakal jemaat tersebut menjadi jemaat dalam arti yang sesungguhnya. Pada tanggal 24 Maret 1940, atas perkenan Tuhan, putra keluarga Gouw Ko yaitu Gouw Khiam Kiet (dengan nama baru: David Timothy Gunawan) ditahbiskan sebagai Pendeta pertama GKI Perniagaan oleh Ds. Tan Goan Tjong.

Pada tanggal 29 September 1940, di jemaat Patekoan menahbiskan pendeta kedua GKI Perniagaan yang diberi tugas untuk komisi pemuda dalam diri Pdt. Tjoa Tek Swat. Pelayanan untuk kebaktian penahbisan dipimpin oleh Ds. Tan Goan Tjong. Kemudian pada tanggal 13 Januari 1943 ditahbiskan pendeta ketiga GKI Perniagaan dalam diri Pdt. Tjan Tong Ho (nama baru: Samuel Mesakh). Tak lama lagi pada tanggal 28 Maret 1943 ditahbiskan pendeta keempat GKI Perniagaan dalam diri Pdt. Gouw Bo Tjay (nama baru: M.C. Woo) khususnya untuk jemaat Patekoan yang berbahasa Hokkian. Penahbisan kedua Pendeta tersebut dilayani oleh Pdt. Gouw Khiam Kiet. Oleh karena kesulitan pembagian waktu dan tempat, maka pada tahun 1952 sebagian anggota jemaat Patekoan yang berbahasa Hokkian (yang ketika itu adalah bagian Jemaat Patekoan) berusaha mencari tempat lain. Pada tanggal 11 April 1952 gedung gereja Jalan Pinangsia I No 18, Jakarta diresmikan sebagai Jemaat yang berdiri sendiri dan tetap dilayani oleh Pendeta Gouw Bo Tjay. Dari catatan ini kita dapat melihat bahwa GKI Pinangsia sebenarnya memiliki akar historis dan tradisi yang sama dengan GKI Perniagaan dan GKI Samanhudi. Sebagian anggota jemaat yang juga berbahasa Hokkian tidak turut pindah ke Jemaat Pinangsia, mereka bertempat tetap di Jemaat Patekoan dan pada tanggal 18 Mei 1952 mereka diresmikan sebagai jemaat yang berdiri sendiri dan dilayani oleh Pdt. Gouw Khiam Kiet. Mereka inilah yang kelak menjadi cikal bakal GKI Kanaan, Jembatan Dua.

Peristiwa yang sangat mendukakan hati dapat dicatat dengan sebutan "Peristiwa Patekoan" yang terjadi pada tanggal 10 Mei 1953. Penyebab peristiwa Patekoan adalah karena perbedaan pendapat antara Majelis Jemaat dengan beberapa anggota tentang persoalan intern organisasi gereja. Walau Majelis Jemaat Patekoan telah mengundang Sinode (Khoe Hwee THKTKH), perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik sehingga akhirnya Jemaat Patekoan terbagi dua; sebagian tetap sebagai jemaat Patekoan, dan sebagian lainnya pindah ke Jl. Krekot 28 (sekarang Jl. Samanhudi). Kemudian jemaat yang pindah ke Jl Krekot 28 kelak bernama GKI Samanhudi. Dengan demikian kita dapat melihat, bahwa sejarah GKI Perniagaan dan GKI Samanhudi pada prinsipnya memiliki akar historis yang sama. Kedua jemaat tersebut dapat dikatakan sebagai "saudara kembar" karena mereka berasal dari latar-belakang sejarah dan induk yang sama. Dalam kemelut itu jemaat Patekoan sempat melepaskan diri dari keanggotaan Sinode GKI wilayah Jawa Barat. Syukurlah pada tanggal 10 Mei 1960, jemaat Patekoan (GKI Perniagaan) akhirnya bergabung kembali dengan Sinode GKI Wilayah Jawa Barat. Sangat menarik untuk disimak "peristiwa Patekoan" terjadi pada tanggal 10 Mei 1953, tetapi kemudian dapat terjadi rekonsiliasi juga pada tanggal 10 Mei 1960. Sebagai pewaris sejarah kita patut mengucap syukur, bahwa pada tanggal 10 Mei 1960 tersebut gereja Patekoan (GKI Perniagaan) yang sempat memisahkan diri dapat kembali melakukan rekonsiliasi dengan GKI Samanhudi dan Sinode GKI Jawa Barat, sehingga GKI Perniagaan dengan tulus dapat berintegrasi secara utuh sebagai bagian dari GKI Jawa-Barat.

Karena usia Pdt. David Timothy Gunawan sudah lanjut, maka kemudian dicari tenaga penerus untuk melayani jemaat Patekoan. Pada tanggal 7 Juni 1964, sdr Paul Tjandranugito, S.Th. diteguhkan menjadi calon pendeta oleh Pdt David Timothy Gunawan. Kemudian beliau ditahbiskan sebagai Pendeta kelima GKI Perniagaan pada tanggal 29 Juni 1966 dilayani oleh Pdt. Lie Beng Tjoan (Pdt. Rasmindarja). Pertumbuhan jemaat makin meningkat, khususnya setelah dilaksanakan kebaktian kebangunan rohani pada tanggal 2-7 Juni 1969 yang dipimpin oleh Rev. Hubert Mitchel dari Amerika Serikat. Kebaktian Kebangunan Rohani tersebut dihadiri sekitar 350 orang setiap malam!. Jumlah sebanyak itu pada waktu itu dianggap luar biasa! Jumlah jemaat GKI Perniagaan makin meningkatKarena anggota jemaat makin bertambah secara pesat, maka Majelis Jemaat GKI Perniagaan memutuskan untuk membongkar gedung gereja yang lama. Pada tanggal 26 Juli 1971 dilaksanakan kebaktian khusus peletakan batu pertama. Gedung gereja GKI Perniagaan yang baru selesai dan diresmikan penggunaannya oleh Ketua Umum Sinode GKI Jawa Barat, yaitu dalam diri Pdt. Clement Suleeman pada tanggal 26 Juli 1974.

Sejak itu pengembangan jemaat GKI Perniagaan makin meningkat dan Majelis Jemaat kemudian memanggil dan mengangkat Jahja Zacharia untuk membantu pelayanan. Kemudian tanggal 2 Juni 1976, Jahja Zacharia ditahbiskan sebagai Pendeta keenam di GKI Perniagaan. Pada tanggal 22 Juni 1979, Pdt David Timothy Gunawan meninggal dunia tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-81. Pada tanggal 31 Oktober 1980, pos PI di Muara Karang didewasakan menjadi GKI Muara Karang yang mana Pdt. Jahja Zacharia diteguhkan sebagai Pendeta pertama GKI Muara Karang. Kekurangan tenaga pengerja di GKI Perniagaan akhirnya terpenuhi dengan hadirnya Pdt. RAS Pandiangan, S.Th. yang semula melayani di GKI Jatibarang. Beliau diteguhkan pada tanggal 1 September 1980 sebagai Pendeta ketujuh GKI Perniagaan. Pada tanggal 2 Pebruari 1981, Pdt. Paul Tjandranugito dan keluarga berangkat untuk pelayanan di Australia. Syukur kepada Tuhan, pada tanggal 27 Pebruari 1984 Pdt. Luther Tan, S.Th yang semula melayani di GKI Kanaan, Jakarta dapat diteguhkan sebagai Pendeta kedelapan GKI Perniagaan oleh Pdt. Caleb Tong, S.Th.

Penambahan jemaat sejak tahun 1983 dapat mencapai 100-200 orang setiap tahun. Pada sisi lain kehidupan kota Jakarta sebagai metropolis juga makin padat dan kompleks, sehingga Majelis Jemaat memutuskan untuk menambah tenaga pengerja. Pada tanggal 18 Pebruari 1991, sdr. Imanuel Adam, S.Th. ditahbiskan sebagai Pendeta kesembilan GKI Perniagaan oleh Pdt. Semuel O. Purwadisastra, S.Th. Setelah melayani selama sekitar 10 tahun, pada tanggal 1 Februari 1998, Pdt. Imanuel Adam mutasi pelayanan ke GKI Gading Indah. Syukur kepada Tuhan, tanggal 30 Nopember 1998, Pdt. Nur Wahyuni Kristiadji, M.Th. yang semula melayani di GKI Gunung Sahari diteguhkan sebagai Pendeta kesepuluh GKI Perniagaan oleh Pdt. Suatami Sutedja, S.Th. sebagai pendeta wanita pertama. Pada tahun 2002, perkembangan jemaat GKI Perniagaan meluas sampai wilayah Gading Serpong, Tangerang. Di sana telah terbentuk Bakal Jemaat. Untuk itu Majelis Jemaat GKI Perniagaan memproses seorang tenaga, yang akan melayani di wilayah Gading Serpong yaitu dalam diri Pdt. Andreas Loanka, M. Div. yang semula melayani di GKI Pinangsia. Pada tanggal 6 Mei 2002, beliau diteguhkan sebagai pendeta kesebelas GKI Perniagaan oleh Pdt. Hariyanto W. Maranatha, S.Th. dengan tugas khusus yaitu membina Bakal Jemaat tersebut sampai dapat dilembagakan menajdi GKI Gading Serpong. Pada 26 Januari 2004, diadakan kebaktian pelembagaan Bakal Jemaat menjadi GKI Gading Serpong sekaligus meneguhkan Pdt. Andreas Loanka M Div. sebagai pendeta pertama GKI Gading Serpong oleh Pdt. Samuel Santoso, M.Th. Ternyata karya Tuhan makin meluas, sehingga Majelis Jemaat kemudian memutuskan untuk menambah tenaga pengerja. Kerinduan tersebut baru terwujud dengan hadirnya Pdt. Yohanes Bambang Mulyono, S.Th. yang semula melayani di GKI Blimbing Malang, Jawa Timur dan beliau diteguhkan sebagai Pendeta kedua belas GKI Perniagaan pada tanggal 16 Agustus 2004 oleh Pdt. Ronny Setyamukti, S.Th. Dengan demikian GKI Perniagaan kini dilayani oleh 9 orang pengerja yang terdiri dari 4 orang Pendeta : Pdt. Em. RAS Pandiangan, S.Th, Pdt. Luther Tan, M.Min, Pdt. Nur Wahyuni Kristiadji, M.Th dan Pdt. Yohanes Bambang Mulyono, S.Th., didukung oleh 2 orang tenaga kategorial : Tkt. Ny. Sudiarti Ginting, S.Th. dan Tkt. Ny. Yinatia K. Djojo, S.Th. Di samping itu, turut melayani: Pnt. Hadi, S.Si.Teol. (kini telah mutasi pelayanan ke GKI Nurdin), Pnt. Lie Nah, S.Th. dan Sdr. Andri Mawan, M.Div. yang keduanya sedang diproses ke arah jabatan pendeta.

Apabila dilihat dari karya pelayanan GKI Perniagaan, kita dapat melihat tangan Tuhan yang telah memakai jemaat ini untuk meluaskan kerajaanNya. Dapat dicatat melalui jemaat GKI Perniagaan, bersama GKI Residen Sudirman Surabaya, GKI Kebayoran Baru Jakarta dan GKI Gunung Sahari juga telah merintis pembentukan jemaat GKI Batam; sehingga pada tanggal 27 Pebruari 1998 diresmikan sebagai GKI Batam. Selain itu GKI Perniagaan bersama dengan GKI Gunung Sahari, GKI Muara Karang, GKI Perumnas Tangerang, GKI Samanhudi, GKI Sutopo dan GKI Wahid Hasyim memprakarsai pembukaan Pos Jemaat baru di daerah perumahan Gading Serpong yang akhirnya bakal jemaat di wilayah Gading Serpong tersebut dapat dilembagakan menjadi GKI Gading Serpong.

Usia jemaat Patekoan (GKI Perniagaan) apabila dilihat dari awal baptisan tahun 1868 sampai tahun 2008, maka kini jemaat GKI Perniagaan telah berusia 140 tahun! Dengan usia yang telah lebih satu abad, seharusnya sebagai jemaat GKI Perniagaan, kita makin dimatangkan dalam segala hal. Karena itu kita harus makin hati-hati melangkah, agar kita makin bijaksana dan rendah-hati untuk diproses dan ditempa sebagai alat di tangan Tuhan, sehingga sudah selayaknya kita perlu senantiasa mohon karunia hikmat, kasih dan kekuatan dari Tuhan; agar kita selaku jemaat makin dimampukan untuk dapat melayani Tuhan dan memberitakan karya keselamatanNya di atas muka bumi ini.

Dengan penyatuan ketiga Sinode GKI yaitu GKI Jawa Barat, GKI Jawa Tengah dan GKI Jawa Timur, kita selaku jemaat GKI Perniagaan tidak hanya merupakan salah satu bagian dari GKI Wilayah Jawa Barat tetapi kini kita telah menjadi bagian yang utuh dan integral dengan 200 lebih gereja/jemaat GKI di seluruh Indonesia yang membentang dari pulau Batam, Bali, seluruh Jawa dan Lampung. Dengan demikian, saat ini kita memiliki peran yang lebih luas dan menantang untuk menaburkan benih-benih Injil di seluruh pelosok bumi Nusantara ini. Untuk itu kita perlu secara konsisten dan dengan hati yang tulus memberlakukan Tata Gereja GKI sebagai dasar pijakan yuridis formal agar seluruh langkah dan proses keputusan gerejawi kita tetap menyatu dengan seluruh jemaat GKI. Apa artinya kita dapat melayani banyak hal, tetapi ternyata tidak sinergis dan esa dengan seluruh jemaat GKI? Di Yoh. 17:21, Tuhan Yesus mendoakan: "supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku". Kita juga patut bersyukur, bahwa GKI Perniagaan dipercaya Tuhan untuk melakukan pelayanan di kepulauan Riau. Karena itu kita perlu senantiasa mendoakan agar pelayanan jemaat di kepulauan Riau suatu saat dapat menuai dengan banyak orang yang percaya kepada Kristus. Tetapi apakah kita selaku anggota jemaat bersedia untuk menjadi para pekerja untuk terus-menerus dengan setia memberitakan Injil Tuhan Yesus dalam berbagai aspek kehidupan? Tuhan Yesus berkata, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu" (Mat. 9:37-38).

Alamat
Jl. Perniagaan No. 1, Jakarta Barat 11220
Telp : (021)-6911207, (021)-6923308
Fax : (021)-6925540
Website jemaat
Umum 06.30
Anak 06.30
Umum 08.30
Anak 08.30
Pemuda 10.30
Remaja 13.00
Umum 17.00
Anak 17.00
Pdt. Luther Tan, M.Min.  
Pdt. Nur Wahyuni K., M.Th.  
Pdt. Yohanes Bambang Mulyono
Apakah anda menemukan kekurangan atau kesalahan data? Hubungi kami
Kembali ke halaman utama Jemaat GKI... Kembali...
http://www.gki.or.id/wap Penggunaan
RSS