GKI Serpong Tangerang

SEJARAH SINGKAT GKI SERPONG TANGERANG

Rintisan awal GKI Serpong dimulai ketika empat keluarga merindukan adanya persekutuan. Melalui pelayanan GPIB Samarja Tangerang, pada tahun 1969, dibentuklah persekutuan keluarga. Namun demikian, persekutuan tersebut tersendat bahkan pada tahun 1974 terhenti sama sekali. Kerinduan itu muncul kembali dengan hadirnya Sekolah Minggu, kendati masih tertatih-tatih, sehingga mengalami kemunduran (tercatat tinggal 4 orang anak saja). Syukurlah, GKI Kebayoran Baru mengambil prakarsa untuk mengembangkan pelayanannya dan berhasil mengumpulkan 40 orang anak Sekolah Minggu, serta secara resmi melanjutkan pelayanannya. Hal itu tak hanya di bidang Sekolah Minggu, melainkan juga untuk orang dewasa. Itulah yang terjadi sejak tanggal 1 April 1977, kendati baru sebulan sekali. Pada tanggal 1 April 1979, diadakanlah baptisan dewasa dan sidi, juga perjamuan kudus untuk pertama kalinya. Berikutnya, seiring dengan perkembangan kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), pengelola kawasan mengizinkan ruang perpustakaan yang tidak terpakai dan hampir roboh sebagai tempat ibadah. Ternyata benar tak lama kemudian gedung itu roboh, sehingga kebaktian dipindahkan ke gedung olah raga. Kemudian, jemaat GKI Kebayoran Baru membangun gedung yang direncanakan menjadi gedung gereja di kawasan Puspiptek Serpong. Harapannya, di gedung itulah orang Kristen dapat beribadah. Dalam perkembangannya, jemaat ini bertumbuh pesat, sehingga Majelis Jemaat GKI Kebayoran Baru meningkatkan statusnya menjadi jemaat dewasa pada tanggal 2 Juni 1991, dengan nama GKI Puspiptek Serpong, sebagaimana diputuskan di persidangan klasis Jakarta. Sayang, bahwa kelanjutan pembangunan yang telah mencapai 90% itu gagal diselesaikan karena adanya larangan dari pemegang otoritas lembaga itu. Hal itu terjadi setelah pendewasaannya, sehingga dengan amat terpaksa jemaat tidak dapat berbakti di kawasan tersebut. Sebuah pengalaman pahit yang tentu tak dapat dilupakan dalam sejarah jemaat GKI Serpong. Praktis, setelah peristiwa itu, nama GKI Puspiptek Serpong harus diganti menjadi GKI Serpong. Untuk sementara, jemaat terpaksa menggunakan gedung kebaktian dari Pos Kebaktian Pamulang. Syukurlah, pihak pemerintah mengganti sebagian besar biaya pembangunan gedung itu, sementara jemaat GKI Serpong juga telah memperoleh hibah tanah seluas 3.185 m2, yang terletak di kawasan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai dari P. T. Bumi Serpong Damai. Peresmian penggunaan gedung tersebut terlaksana pada tanggal 5 Juni 1994 oleh Bpk. Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Kabupaten Tangerang, atas nama bupati dan ketua PGI (Pdt. Prof. Dr. Sularso Sopater). Perkembangan selanjutnya, jemaat memanggil Sdr. Addi Soselia Patriabara untuk melayani jemaat ini dan ditahbiskan pada tanggal 24 Januari 1996 oleh Pdt. K. G. Hamakonda selaku pendeta konsulennya. Pada tahun 2000, jemaat itu telah beranggotakan sekitar 950 orang, dengan anggota sidi sekitar 800 orang yang tersebar dari Tangerang hingga Parung, serta tujuh lokasi pelayanan Sekolah Minggu dan kelompok katekisasi. Itulah sebabnya, jemaat merasa perlu memanggil lagi Sdr. Yosias Nugroho, Sdr. Ruth Elishabet Jacob dan Sdr. Agus Wijaya sebagai calon pendeta.
Alamat
Jl. Gunung Merbabu Sektor IV Blok R Giriloka II BSD, Tangerang 15310
Telp : (021)-5370366, (021)-70604891
Fax : (021)-5372125
Website jemaat
Minggu-Remaja 06.30
Minggu-Tunas Remaja 06.30
Minggu-Sekolah Minggu 06.30
Minggu-Umum I 06.30
Minggu-Sekolah Minggu 09.00
Minggu-Umum II 09.00
Minggu-Umum III 17.00
Pdt. Addi Soselia Patriabara, S.Th  
Pdt. Yosias Nugroho Wijaya, S.Th
Pdt. Agus Wijaya, S.Th
Apakah anda menemukan kekurangan atau kesalahan data? Hubungi kami
Kembali ke halaman utama Jemaat GKI... Kembali...
http://www.gki.or.id/wap Penggunaan
RSS